DPR Optimistis Rupiah Menguat dan Imbau Masyarakat Jual Dolar AS

Share

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco menyatakan optimisme terhadap penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam waktu dekat dan meminta masyarakat segera menjual dolar mereka, Kamis (11/6/2026).

Langkah melepas kepemilikan valuta asing tersebut disarankan agar masyarakat bisa segera mendapatkan keuntungan sebelum mata uang Garuda kembali menguat, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.

"Bagi teman-teman sekalian yang saat ini menyimpan dolar karena ingin berharap ada kelebihan, sebaiknya dolarnya dilepas. Karena kalau kemudian sudah minggu depan nilai rupiah menguat, kan kasihan kalau simpan-simpan dolar. Itu imbauan saya sih demikian," kata Dasco kepada awak media di Kompleks Parlemen, Kamis (11/6/2026).

Politikus Partai Gerindra tersebut menambahkan bahwa peningkatan kepercayaan publik terhadap pemerintah saat ini memberikan dampak positif bagi pasar dan mendukung penguatan nilai tukar rupiah.

Pemerintah juga disebut tengah menyiapkan langkah strategis teranyar yang dijadwalkan berjalan mulai minggu ini hingga pekan depan demi menjaga stabilitas mata uang domestik.

"Saya pikir kerja-kerja pemerintah akan terus dilakukan. Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus yang akan dilakukan oleh pemerintah, yang kalau saya sudah dengar akan, dan saya yakini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat," ucap Dasco.

Sebelumnya, fluktuasi rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memicu respons cepat dari pimpinan DPR melalui serangkaian pertemuan koordinasi dengan otoritas moneter dan lembaga keuangan negara.

Dasco tercatat mengumpulkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk mengevaluasi perkembangan ekonomi nasional pada Sabtu (6/6/2026).

Rapat koordinasi berlanjut pada Selasa (9/6/2026) dengan melibatkan Bank Himbara, BPJS Ketenagakerjaan, Asuransi BUMN, BP BUMN, serta perwakilan Daya Anagata Nusantara untuk membahas opsi pembelian kembali saham BUMN di tengah risiko geopolitik global.

Pada pembukaan perdagangan Kamis (11/6/2026), rupiah sempat menguat 0,03% ke level Rp17.948/US$ sebelum terkoreksi 0,09% ke posisi Rp17.970/US$ akibat tensi politik di Timur Tengah.

Tren positif pasar keuangan Indonesia pada hari sebelumnya didorong oleh kebijakan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin hingga menyentuh angka 5,5%.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author