Andrea Dovizioso Sebut Ducati Baru Menyadari Jiwa Kepemimpinan Marc Marquez

Share

Mantan pembalap MotoGP Andrea Dovizioso menilai Ducati baru menyadari kapasitas kepemimpinan Marc Marquez, sekaligus memperingatkan Aprilia untuk tidak jumawa usai mendominasi seri MotoGP Inggris 2026 di Sirkuit Silverstone.

Performa Ducati Lenovo mengalami kendala di Silverstone setelah Francesco Bagnaia mengalami kecelakaan, sementara Marc Marquez hanya mampu finis di posisi ketujuh pada balapan utama dan posisi kesembilan saat sprint race.

Di sisi lain, Aprilia tampil dominan dengan menyapu bersih podium melalui kemenangan Raul Fernandez dari Trackhouse MotoGP Team, disusul Jorge Martin dan Marco Bezzecchi di posisi kedua serta ketiga.

Hasil tersebut menempatkan Martin di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 31 poin atas Bezzecchi, sedangkan Marquez berada di posisi keempat dengan selisih tiga poin dari Ai Ogura.

Dovizioso menegaskan bahwa karakter dan etos kerja Marquez sebagai pemimpin tim sudah terlihat sejak lama ketika dirinya masih aktif bersaing di lintasan.

"Saya yakin Marc adalah seorang pemimpin karena caranya bekerja dan pendekatannya. Itulah sebabnya dia membuat orang-orang yang bekerja bersamanya merasa nyaman. Tentu saja bakatnya turut berperan ketika kita bisa melaju cepat dan segala sesuatu terasa lebih mudah bagi kita, semuanya menjadi lebih sederhana," ujar Andrea Dovizioso, mantan pembalap Ducati.

Dovizioso menambahkan bahwa keberhasilan Marquez tidak hanya mengandalkan talenta alami semata, melainkan buah dari persiapan yang matang.

"Namun itu saja tidak cukup. Kalau kita mempelajari dan menganalisis perilakunya, kita akan melihat bahwa tindakannya terencana dan penuh perhitungan. Dia tidak sekadar turun ke lintasan dengan pikiran, 'saya akan tampil hebat dan meninggalkan semua orang jauh di belakang'. Ada banyak kerja keras di balik layar, sama halnya dengan banyak pembalap sukses lainnya yang memprioritaskan aspek-aspek ini," kata Andrea Dovizioso.

Ia menyoroti perubahan pandangan pabrikan Borgo Panigale terhadap pembalap asal Spanyol tersebut setelah bergabung dengan tim utama.

"Bagi saya, Marc adalah seorang pemimpin. Sekarang Ducati sudah memahami seperti apa Marc, sebelumnya mereka tidak melihat hal itu. Namun saat saya masih bersaing melawannya, saya memang melihatnya.

Saya tahu betapa kuatnya dia dan betapa hebatnya dia dalam hal ini. Ducati baru menyadarinya sekarang," ucap Andrea Dovizioso.

Terkait peta persaingan musim ini, Dovizioso memperingatkan Aprilia agar segera mengumpulkan poin maksimal mumpung Marquez sedang menghadapi hambatan performa.

"Mereka harus memanfaatkan momen ini karena saat ini Marc Marquez yang bisa dibilang merupakan sosok yang paling mungkin menyulitkan mereka, sedang kesulitan. Entah karena motor Ducati sedikit kalah unggul di lintasan khusus ini, atau karena dia masih memiliki keterbatasan fisik," tutur Andrea Dovizioso.

Ia mengingatkan bahwa beberapa trek mendatang berpotensi menjadi panggung kebangkitan bagi Marquez.

"Mereka harus mengumpulkan poin sebanyak mungkin dalam balapan-balapan ini. Sebab nantinya, di Aragon misalnya, ada kemungkinan Marc bisa membuat perbedaan seperti yang dia lakukan di Sachsenring. Jadi ya, mereka harus melakukannya," kata Andrea Dovizioso.

Karakteristik sirkuit Silverstone yang lebar dan ekstrem menurutnya tidak bisa dijadikan ukuran mutlak kekuatan antar motor untuk sepanjang musim.

"Silverstone adalah trek yang sangat unik. Sirkuit ini bukan trek yang bisa menunjukkan dengan tepat, bagaimana situasi sebenarnya sepanjang tahun karena karakteristiknya ekstrem, sangat lebar, dan menuntut di segala aspek. Namun menurut saya, Silverstone kembali mengonfirmasi kekuatan yang kita lihat di lintasan tahun ini.

Artinya, Aprilia memang sedikit lebih unggul dibandingkan Ducati. Meski begitu selisihnya tidaklah besar," kata Andrea Dovizioso.

Dovizioso juga mengapresiasi penampilan Alex Marquez yang finis keempat di dua balapan, serta keberanian Marco Bezzecchi yang mampu meraih podium usai pulih dari cedera.

"Alex yang sangat pandai mengelola cengkeraman ban, sebenarnya mampu meraih podium dan gapnya pun tipis. Hal itu mengisyaratkan bahwa perbedaan performa antar motor tidaklah sebesar yang terlihat. Kendati demikian, Aprilia sudah membuktikan keunggulan daya saing mereka karena para pembalapnya secara konsisten lebih mudah berada di barisan depan baik saat kualifikasi, sprint, maupun balapan utama," ujar Andrea Dovizioso.

Pendekatan emosional Bezzecchi dinilainya menjadi modal berharga dalam perebutan gelar juara dunia musim ini.

"Menurut saya keputusannya berani mengambil risiko untuk mengamankan posisi ke-3, itu tepat. Hal itu menjadi bukti tambahan bahwa dia adalah seorang penantang gelar dunia. Itu akan menjadi modal berharga baginya dalam balapan-balapan mendatang.

Ini bukan sekadar soal tambahan poin yang dia peroleh, melainkan soal pendekatan dan mentalitasnya. Dia melakukan hal yang benar. Senang rasanya melihatnya begitu emosional, pemandangan yang luar biasa," kata Andrea Dovizioso.

Persaingan perebutan gelar juara dunia diprediksi masih berlanjut ketat mengingat banyaknya seri balapan yang tersisa.

"Kalau ditanya siapa pembalap Aprilia yang paling siap baik dari segi kemampuan maupun karena dia sudah pernah memenangkan gelar, jawabannya pastilah Jorge Martin. Lagipula, masih banyak balapan tersisa. Akan ada balapan di mana Ducati dan Marc benar-benar bisa membuat perbedaan, dan kita harus melihat bagaimana situasi-situasi tersebut ditangani," pungkas Andrea Dovizioso.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author