Dokumenter Ungkap Ruang Ganti Manchester City dan Perceraian Guardiola

Share

Serial dokumenter A Beautiful Obsession mengungkap pengakuan mengejutkan mantan manajer Manchester City, Pep Guardiola, terkait perceraiannya dengan Cristina Serra di hadapan para pemain usai kekalahan dari Juventus pada Desember 2024.

Tayangan empat episode karya Kevin Macdonald dan John De Caux yang dirilis di Prime Video tersebut merekam momen emosional dan dinamika internal ruang ganti The Citizens dalam dua musim terakhir kepemimpinan Guardiola.

Kepada para pemainnya di ruang ganti Turin, Guardiola membuka tabir kehidupan pribadinya secara terbuka demi memotivasi skuad yang sedang mengalami krisis performa.

"Teman-teman, saya ingin mengakui sesuatu. Saya bercerai dari wanita tercantik di planet kalian," kata Guardiola, pelatih Manchester City.

Mantan pelatih asal Santpedor tersebut menegaskan bahwa keretakan hubungannya dengan sang istri bukan disebabkan oleh hilangnya rasa cinta, melainkan pudarnya gairah dalam pernikahan mereka.

"Apakah saya mencintainya? Tentu saja. Apakah dia mencintai saya?

Ya, tapi kami telah kehilangan passion. Apa pun yang kalian lakukan dalam hidup, lakukanlah dengan passion. Saya tidak menginginkan pemain bagus, saya menginginkan pemain dengan passion," kata Guardiola, pelatih Manchester City.

Guardiola mengaitkan persoalan rumah tangganya dengan kondisi tim yang dinilainya kehilangan intensitas di lapangan.

"Saya sangat mencintainya," kata Guardiola, pelatih Manchester City.

Manajer berkebangsaan Spanyol itu menambahkan bahwa alasan utama perpisahannya adalah berkurangnya gairah yang selama ini menjaga hubungan mereka.

"Kami kehilangan passion," kata Guardiola, pelatih Manchester City.

Kondisi psikologis Guardiola yang terguncang akibat perceraian turut dikonfirmasi oleh Manel Estiarte, tangan kanan sang manajer di Manchester City.

"Saya hanya berbicara dengan para pemain secara berkelompok satu kali. Mereka khawatir karena melihat Pep gugup, sedih, dan berbeda, dan saya satu-satunya yang tahu kebenarannya. Saya memberi tahu para pemain bahwa mereka harus memahaminya, bahwa dia sedang bercerai," kata Manel Estiarte, asisten manajer Manchester City.

Tekanan mental tersebut berimbas pada hubungan Guardiola dengan sejumlah pilar tim, termasuk insiden perselisihan sengit dengan bek veteran Kyle Walker usai kekalahan dari Liverpool di Premier League.

"Sialan, setiap kali selalu namaku yang disebut. Jika kamu terus menyebut namaku di setiap pembicaraan, untuk hal apa pun, ini akan menjadi mustahil," kata Kyle Walker, pemain Manchester City.

Guardiola merespons kritik sang kapten dengan menjelaskan alasannya menyoroti kesalahan taktis Walker di depan seluruh anggota tim.

"Kamu tidak mengerti, Kyle. Yang saya maksud adalah konsep kehilangan bola. Mungkin saya berfokus padamu karena kamu adalah kapten," kata Guardiola, pelatih Manchester City.

Walker lantas menepis penjelasan sang manajer dan mempertanyakan kepercayaan Guardiola terhadap kepemimpinannya sejak awal.

"Kamu tidak pernah menginginkanku menjadi kapten," kata Kyle Walker, pemain Manchester City.

Keadaan semakin memburuk saat City tersingkir di Champions League dari Bayer Leverkusen, yang membuat Guardiola menyatakan kejenuhannya kepada jajaran manajemen klub.

"Saya ingin berhenti, saya sangat lelah dan merasa sangat kesepian," kata Guardiola, pelatih Manchester City.

Perselisihan tersebut memicu kepindahan Walker dari Etihad Stadium beberapa bulan kemudian, menyusul hengkangnya Kevin de Bruyne pada musim panas 2025 sebelum Guardiola akhirnya resmi berpisah dengan Manchester City.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
danto-wijaya-kusuma
Author