Doktif Bantah Minta Uang Damai Rp 200 Miliar dari Richard Lee

Share

Samira Farahnaz atau Dokter Detektif membantah tuduhan meminta uang sebesar Rp 200 miliar kepada Richard Lee sebagai syarat perdamaian dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, sebagaimana dilansir dari Detik Hot. Klaim pemerasan tersebut sebelumnya dilontarkan oleh Richard Lee terkait perselisihan hukum di antara keduanya.

Klarifikasi disampaikan oleh Doktif usai Richard Lee mencecar dirinya mengenai pertemuan tertutup pada 16 Januari 2026 yang diduga melibatkan seorang rekan bernama Ivan. Doktif menegaskan kalkulasi nominal yang muncul sebenarnya merupakan estimasi nilai kerugian masyarakat akibat produk terkait, bukan ganti rugi untuk kepentingan pribadi.

"Nah, saya bilang saya gak mungkin damai. Kerugian masyarakat kan, itu kan berapa? Kalau kita hitung penjualannya berapa? Nah kalau yang saya denger itu saya itung-itung, itu sekitar Rp 250 miliar," kata Doktif di Pengadilan Negeri Tangerang.

Ia menekankan bahwa pengembalian dana tersebut sepenuhnya merupakan hak konsumen yang dirugikan.

"Nah kalau memang misalnya mau damai, ya kembalikan aja itu hak masyarakat. Maksud saya seperti itu. Kenapa jadi putar, jadi kayak begitu seolah-olah saya minta Rp 250 miliar?" jelas Doktif.

Di sisi lain, pihak Richard Lee menyatakan memiliki bukti kuat atas dugaan intimidasi finansial dalam pertemuan awal tahun tersebut.

"Ada fotonya! Hati-hati lo Anda disumpah lo pada waktu itu," tegas Richard Lee.

Richard Lee membeberkan kronologi pertemuan yang berlangsung di sebuah rumah dengan kondisi pengamanan ketat, di mana semua pihak dilarang membawa alat komunikasi.

"16 Januari, Saksi Samira mengajak bertemu teman saya bernama Ivan di salah satu rumah. Di sana Ivan tidak boleh pegang handphone, tidak boleh pegang apa-apa, masuk, dan saudari Samira meminta sebesar Rp 200 miliar. Pertanyaan saya, bener gak Anda minta dengan teman saya bernama Ivan untuk kasus saya dibubarkan Rp 200 miliar? Benar atau nggak?" cecar Richard Lee.

Atas tuduhan persidangan mengenai inisiatif pertemuan tersebut, Doktif secara tegas menolak seluruh poin yang disampaikan.

"Itu bohong Yang Mulia, saya tidak pernah mengajak Ivan bertemu. Saya tidak pernah mengajak langsung Ivan bertemu, tidak pernah," jawab Doktif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author