Tim Dokter Prancis Temukan Pria Hidup Normal dengan Setengah Otak

Share

Sebuah kasus medis yang langka dan mengejutkan dilaporkan terjadi di Prancis. Dilansir dari Detik Health, seorang pria berumur 44 tahun mendatangi rumah sakit setelah merasakan keluhan yang awalnya dikira ringan. Pasien tersebut mendapati kaki kirinya mengalami kelemahan ringan selama dua minggu.

Namun, hasil pemeriksaan medis lanjutan justru menunjukkan temuan yang sama sekali tidak diduga. Tim dokter dibuat terkejut oleh hasil pemindaian CT scan dan MRI pada kepala pasien. Pemeriksaan tersebut memperlihatkan bahwa ukuran otak sang pria menyusut hingga setidaknya setengah dari ukuran normal manusia.

Berdasarkan hasil pemindaian, ruang di dalam tengkorak pria tersebut dipenuhi oleh penumpukan cairan dalam jumlah yang sangat besar. Kondisi ini memicu pelebaran ekstrem pada ventrikel atau rongga berisi cairan di otak.

Akibat penumpukan tersebut, jaringan otak pasien hanya tersisa sedikit. Struktur yang tersisa itu tertekan hingga membentuk lapisan tipis yang menempel pada dinding tengkorak. Secara umum, volume otak manusia yang besar kerap dikaitkan dengan fungsi memori yang kompleks, kemampuan kognitif, serta penguasaan bahasa. Seseorang dengan kondisi volume otak yang sangat kecil biasanya diprediksi mengalami keterbatasan mental sejak kecil.

Tumbuh Normal dan Bekerja sebagai PNS

Meskipun memiliki ukuran otak yang minimalis, pria ini terbukti mampu tumbuh besar seperti masyarakat umum. Ia tercatat tidak memiliki riwayat gangguan neurologis yang mencolok. Bahkan, pasien tersebut berhasil membangun kehidupan rumah tangga dan bekerja produktif sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS). Ia mampu menjalankan fungsi sosialnya dengan baik.

Catatan medis masa lalu menunjukkan pasien pernah dipasang alat bantu kuras cairan atau shunt saat berusia 6 bulan karena hidrosefalus. Alat bantu tersebut kemudian dilepas ketika ia berumur 14 tahun. Melalui pengujian neuropsikologis yang dilakukan dokter, pria ini diketahui memiliki skor IQ sebesar 75.

Angka tersebut berada di bawah tingkat rata-rata normal yang biasanya mencapai skor 100. Walakin, kapasitas otak yang dimilikinya tetap berfungsi optimal untuk mendukung aktivitas pekerjaan dan kehidupan sosial sehari-hari selaku aparatur sipil.

Pemulihan Fungsi Motorik Pasca-Operasi

Laporan kasus medis ini telah dipublikasikan secara resmi melalui jurnal kesehatan The Lancet. Tim dokter menyimpulkan bahwa tekanan dari akumulasi cairan berlebih di otak menjadi penyebab utama melemahnya motorik kaki kiri pasien.

Guna menangani masalah tersebut, tindakan medis segera diambil untuk mengeluarkan cairan berlebih di dalam tengkorak. Dokter juga memasang kembali alat shunt yang baru pada kepala pasien. Langkah penanganan ini membuahkan hasil positif dalam beberapa minggu setelah operasi dilakukan.

Pemeriksaan neurologis berkala menunjukkan bahwa kekuatan kaki kiri sang pria berangsur pulih ke kondisi semula. Kendati fungsi motoriknya membaik, struktur volume otak serta skor IQ pasien dilaporkan tidak mengalami perubahan setelah proses pengurasan cairan. Para ahli medis menyebut kondisi otak super kecil ini mungkin tidak akan pernah terdeteksi seumur hidup jika pasien tidak mengeluhkan kaki lemas.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author