Disneyland Paris Hentikan Operasional Wahana Outdoor Akibat Gelombang Panas Ekstrem

Share

Disneyland Paris menghentikan sementara operasional seluruh wahana luar ruangan di tengah gelombang panas yang melanda Prancis. Langkah ini diambil sebagai respons langsung terhadap situasi cuaca ekstrem yang terjadi. Gelombang panas yang melanda negara tersebut memicu status siaga merah nasional.

Fenomena kubah panas atau heat dome menyebabkan suhu mencapai 41 derajat Celcius dan diperkirakan bisa menembus 44 derajat Celcius. Kebijakan penutupan wahana luar ruangan ini diberlakukan di Disneyland Park dan Disney Adventure World. Wisatawan yang berkunjung diminta untuk memantau aplikasi resmi guna mendapatkan informasi operasional terkini.

Kondisi berbahaya tersebut membuat seluruh lintasan terbuka dan antrean outdoor ditutup tanpa batas waktu yang ditentukan. Wahana outdoor akan tetap dihentikan secara signifikan, terutama pada jam-jam terpanas.

Sejumlah wahana favorit dilaporkan termasuk dalam daftar yang tidak beroperasi sementara. Beberapa di antaranya adalah Indiana Jones and the Temple of Peril, Dumbo the Flying Elephant, dan Toy Soldiers Parachute Drop. Wisatawan yang hadir pada hari sebelumnya mengeluhkan banyaknya penutupan tersebut. Seperti dikutip dari Detik Travel, pengunjung disarankan terus memperbarui informasi real-time mengenai operasional wahana melalui aplikasi resmi.

Sekitar 80 persen area atraksi di Disneyland Paris sebenarnya memiliki antrean tertutup atau berada di dalam ruangan. Namun, wahana yang sepenuhnya di luar ruangan tetap ditutup saat suhu mencapai puncak pada siang hingga sore hari. Penutupan ini berlaku untuk roller coaster dengan lintasan terbuka serta permainan komidi putar tanpa penutup. Selain wahana, pemerintah setempat juga membatasi pertunjukan malam Cascade of Lights agar digelar tanpa kembang api.

Pembatasan kembang api tersebut bertujuan untuk mengurangi risiko kebakaran di wilayah sekitar. Skala gelombang panas kali ini mengingatkan pada peristiwa tragis Agustus 2003 yang menewaskan sekitar 15.000 orang di Prancis. Paris dan kota-kota bersejarah di Eropa pada umumnya belum memiliki sistem pendingin rumah tangga skala besar.

Dampak cuaca ekstrem ini juga menyebabkan lebih dari 1.350 sekolah ditutup oleh pemerintah. Transportasi publik terus mengeluarkan imbauan hidrasi kepada penumpang. Sejumlah ikon budaya seperti Louvre dan Menara Eiffel bahkan memangkas jam kunjungan untuk melindungi pengunjung serta staf.

Bagi wisatawan yang sudah berada di lokasi, beralih ke atraksi indoor menjadi satu-satunya cara menikmati kunjungan. Disneyland Park dan Disney Adventure World masih menyediakan pertunjukan teater serta wahana dark ride ber-AC.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author