Dinas Pendidikan Gyeonggi Bentuk Tim Pelindungan Hak Guru Pertama

Share

Dinas Pendidikan Provinsi Gyeonggi merombak total sistem pelindungan hak pendidik dengan memperkenalkan Tim Pelindungan Hak-Hak Guru. Langkah ini menjadikan Gyeonggi sebagai wilayah pertama di Korea Selatan yang memiliki lembaga khusus tersebut di bawah pengawasan langsung Kepala Dinas.

Sistem baru ini terinspirasi dari drama Korea berjudul Teach You A Lesson, seperti dilansir dari Detikcom. Dalam serial tersebut, digambarkan sebuah Biro Pelindungan Hak Pendidikan yang dibentuk pemerintah untuk mengatasi berbagai kekerasan, pelecehan, hingga aduan tanpa dasar dari orang tua murid.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gyeonggi, An Minseok, merancang lembaga ini sebagai sistem respons satu pintu. Melalui skema tersebut, dinas pendidikan setempat akan memegang tanggung jawab penuh dari awal terjadinya pelanggaran, bantuan hukum, pemulihan psikologis, hingga pascainsiden.

Inovasi ini diumumkan secara resmi oleh Dinas Pendidikan Provinsi Gyeonggi pada 13 Juli lalu. Pembentukan tim tersebut sekaligus menjadi respons atas kritik terhadap penanganan kasus yang selama ini tersebar di berbagai departemen sehingga menyulitkan guru korban pelanggaran.

Nantinya, setiap guru yang melaporkan kasus akan didampingi oleh petugas khusus yang mengawal seluruh proses penanganan. Pendampingan dimulai dari konseling awal, penanganan di lokasi kejadian, penyelidikan fakta, hingga bantuan hukum dan pemulihan kesehatan mental.

Bila terjadi pelanggaran dalam skala besar, tim khusus yang terdiri atas pengacara, pengawas pendidikan, serta psikolog akan langsung dikirim ke sekolah. Langkah cepat ini bertujuan agar guru tidak lagi merasa berjuang sendirian menghadapi tekanan.

Layanan aduan juga terintegrasi melalui Pusat Komunikasi Pelindungan Hak Guru 119 dan organisasi guru. Setiap laporan yang masuk akan segera dianalisis tingkat kedaruratannya guna mendapatkan penanganan cepat.

Rekrutmen Terbuka bagi Masyarakat

Dinas Pendidikan Provinsi Gyeonggi membuka kesempatan bagi publik untuk bergabung menjadi anggota tim pelindung ini. Lowongan dibuka bagi guru aktif, pensiunan guru, praktisi hukum, konselor, ahli kesehatan jiwa, hingga warga Gyeonggi yang memiliki kepedulian tinggi.

Pemerintah daerah berjanji akan memberikan kompensasi serta insentif yang sepadan dengan beban tugas dan keahlian yang dibutuhkan.

"Sistem Tim Pelindungan Hak Guru, yang diperkenalkan untuk pertama kalinya di negara ini, merupakan model baru pelindungan hak guru, yang mana dinas pendidikan bertanggung jawab atas kasus-kasus dari awal hingga akhir, sehingga guru tidak perlu menangani pelanggaran hak guru atau pengaduan kejahatan sendirian," jelas Kepala Disdik An Minseok, dikutip dari The Asia Business Daily.

"Kita akan mengakhiri era di mana guru harus menanggung beban pelanggaran hak sendirian," tegasnya.

An Minseok menyatakan komitmennya untuk memimpin langsung tim ini demi memastikan sistem baru di Gyeonggi dapat berjalan optimal dan menjadi standar nasional.

"Kita akan memastikan bahwa sistem Tim Pelindungan Hak Guru, yang dimulai di Provinsi Gyeonggi ini, menjadi standar baru yang mentransformasi pelindungan hak guru di seluruh negeri. Dinas Pendidikan Provinsi Gyeonggi akan berfungsi sebagai perisai yang kuat sehingga guru dapat fokus pada pendidikan dan siswa dapat belajar dalam lingkungan yang stabil," ungkapnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
tiara-puspita-sari
Author