DiJonai Carrington Kena Sanksi Usai Pelanggaran Keras Terhadap Sophie Cunningham
Guard Chicago Sky DiJonai Carrington dikeluarkan dari pertandingan WNBA melawan Indiana Fever di United Center pada Sabtu usai melakukan pelanggaran keras terhadap Sophie Cunningham. Wasit menaikkan status pelanggaran Carrington dari pelanggaran biasa menjadi Flagrant 2 setelah melihat rekaman ulang.
Insiden tersebut terjadi ketika Carrington mencoba memblok tembakan lay-up Cunningham dengan mengapit kepala pemain Fever itu menggunakan tangannya. Tindakan tersebut membuat Cunningham jatuh terpental ke lapangan sebelum akhirnya bangkit dan mencoba membalas aksi Carrington hingga harus dipisahkan rekan setimnya.
Tak lama setelah dikeluarkan dari lapangan, Carrington langsung meluapkan kekesalannya melalui media sosial Threads.
"HAK ISTIMEWA ORANG PUTIH," tulis Carrington seraya menandai akun Indiana Fever.
Di sisi lain, Cunningham menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Carrington terhadap dirinya murni tindakan berbahaya di lapangan dan tidak berkaitan dengan isu rasial.
"Ini tidak ada hubungannya dengan ras. Tahun lalu, saya melakukan hal yang sama dan dikeluarkan. Saya memang pantas dikeluarkan. Tidak ada alasan untuk memainkan kartu itu," kata Cunningham kepada ESPN seusai pertandingan.
Ia juga menambahkan pandangannya terkait motif di balik insiden tersebut.
"Jelas, saya pikir itu tidak perlu… Saya bahkan tidak mengenalnya… Tapi saya pikir ketika orang bertanding melawan Fever, kami ditayangkan secara nasional, ada banyak mata yang tertuju pada kami dan orang-orang hanya menginginkan perhatian. Dan itu hanyalah usahanya untuk mendapatkan perhatian," ujar Cunningham.
Sementara itu, pelatih Indiana Fever Stephanie White memberikan sudut pandang berbeda terkait benturan keras tersebut. Ia menilai keputusan wasit memberikan pelanggaran keras sudah tepat, namun ia tidak menganggap Carrington sengaja mencederai lawannya.
"Tidak ada orang yang akan membiarkan tembakan lay-up masuk begitu saja dengan mudah," kata White.
Sosok Cunningham sendiri belakangan menjadi sorotan publik AS setelah menyatakan pandangannya terkait partisipasi perempuan transgender dalam olahraga. Sikapnya tersebut mendapat dukungan dari pihak Gedung Putih, Sekretaris Pers Karoline Leavitt, hingga JD Vance, meski Cunningham menyatakan posisi politiknya berada di tengah.