Dewi Sandra Ungkap Alasan Memutuskan Hijrah dan Dalami Agama Islam
Aktris Dewi Sandra mengungkapkan perjalanan spiritualnya hingga memutuskan untuk membatasi aktivitas di dunia hiburan demi memfokuskan diri mendalami ajaran agama Islam, sebagaimana dilansir dari HaiBunda pada Kamis, 6 Agustus 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah dirinya melewati refleksi mendalam mengenai tujuan hidup dan kematian. Ia mulai mempertanyakan hakikat keberadaannya di dunia yang tidak sekadar untuk bekerja, menikah, dan menua.
"Semakin berumur, kita kan selalu bertanya, 'Gue mau ngapain sih di dunia ini? Tujuan hidup gue apa sih? Nanti kan gue pasti bakalan mati ya kan?
Pasti enggak ada manusia yang akan lolos dari namanya kematian. Kalau gue mati, apa selanjutnya?', dan ketika duduk mikir kayak gitu," kata Dewi.
Refleksi tersebut memicu pertanyaan mendalam di dalam dirinya mengenai esensi kehidupan manusia sehari-hari.
"Jadi memang hidup cuma untuk cari duit, terus nikah, terus habis itu punya anak, ya sudah habis itu lu ngabisin waktu sampai lu tua, mati. Sudah? Kan enggak gitu ya? Jadi pertanyaan-pertanyaan itu muncul, 'gua ngapain ya ngapain ya?'," sambungnya.
Titik balik perjalanan kehidupannya semakin menguat saat ia harus menghadapi duka akibat wafatnya sang ibu pada tahun 2008, yang kemudian disusul dengan perpisahan pada pernikahan keduanya bersama mendiang Glenn Fredly.
Dua peristiwa besar tersebut menyadarkannya untuk melakukan evaluasi diri dan mulai memperbaiki hubungannya dengan Sang Pencipta.
"Sampai akhirnya di satu fase, aku kehilangan ibu aku dan gagal di pernikahan yang kedua. Kebayang ya? Itu semakin yang, 'oke setop'.
Kayaknya gue lagi ngelakuin sesuatu yang salah. Tapi, gue enggak paham salahnya tuh apa, dengan moto hidup, karena ternyata hidup itu bukan hidup gue. Nih aku lagi dititipin nih yang namanya nafas dan ruh di dalam satu jasad yang diciptakan pemilik-Nya," ungkap Dewi.
Kesadaran tersebut mendorongnya untuk mulai mempertanyakan alasan di balik setiap perintah agama, termasuk pelaksanaan ibadah salat.
"Nah, di situlah aku mulai, 'Kayaknya gua harus balik deh kayak yang nyiptain gue siapa? Pemilik gue maunya apa, bukan gue maunya apa?' Dari situ kepancing, 'Untuk apa sih Allah suruh gue harus salat?'," lanjutnya.
Tumbuh di lingkungan keluarga berlatar belakang ayah mualaf serta ibu muslim, serta mengenyam pendidikan di sekolah internasional, membuat Dewi mengaku tidak pernah mendapatkan pendidikan di sekolah berbasis Islam maupun madrasah.
Oleh karena itu, ia memilih untuk mendalami pemahaman agama secara perlahan dengan mengikuti berbagai kegiatan kajian.
"Itu men-trigger aku, karena aku tumbuh di keluarga, di mana ayah aku ateis sampai akhirnya mualaf, ibuku muslim. Jadi aku sekolah di sekolah internasional, gaya bule juga ada di darahku. Ya banyak faktor 'x' yang membuat aku terpapar dengan apa yang aku pahami. Aku enggak pernah mendapat pendidikan di sekolah Islam dan madrasah," ujar Dewi.
Seiring berjalannya waktu, wanita berdarah Inggris ini mulai memahami bahwa ibadah salat merupakan media komunikasi utama antara hamba dengan Penciptanya.
"Nah, sekarang di fase yang sudah cukup dewasa 'why'-nya menjadi penting, 'Kenapa sih gua harus salat?', oh ternyata salat itu adalah cara manusia komunikasi loh sama Allah. 'Kenapa sih gua harus komunikasi sama Allah?', ya, lu mau minta tolong sama siapa lagi? Lu mau minta tolong sama manusia. Tuh, kemarin lu sudah minta tolong manusia, gimana hidup lu? Stres-stres juga, dikhianati, dibohongin, dilupain," kata Dewi.
Ia pun menyadari pentingnya memiliki landasan spiritual yang teguh agar tidak terjebak dalam lingkaran masalah kehidupan yang berulang.
"Nah, ini ada satu-satunya tempat, pendengar-Nya selalu mendengar, selalu melihat, selalu sayang, selalu mau yang terbaik bahkan untuk diri aku sendiri. Dari situ gue kayak, 'Oh, kayaknya gua harus balik deh. Kayaknya gua harus cari tahu deh, dan kayaknya gua harus serius kali ini'. Kalau enggak, life cycle akan selalu di putaran itu."
Proses pembelajarannya dilalui dengan bertemu lingkungan yang mendukung serta rutin mendengarkan pemaparan ayat-ayat suci.
"Akhirnya belajar dan alhamdulillah dikasih jalan sama Allah, ketemu dengan orang-orang baik, bisa duduk di kajian, bisa dengar ayat-ayat Allah. Kayak, 'Ih gua enggak pernah dengar ini. Keren banget'," ujar Dewi.
Pengalaman mendalami ajaran agama tersebut membawa kesadaran baru dalam menjalani kehidupan personalnya saat ini.
"Ya sudah. akhirnya belajar dan mulai jatuh cinta, mulai mengenal Allah, mulai sadar bahwa ini aku jauh banget dan akhirnya hijrah," lanjutnya.