Deschamps Soroti Kinerja Wasit Usai Prancis Disingkirkan Spanyol
Kinerja wasit menjadi sorotan utama pelatih tim nasional Prancis, Didier Deschamps, setelah skuadnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan 0-2 dari Spanyol pada laga semifinal di AT&T Stadium, Arlington, Rabu (15/7/2026) dini hari WIB.
Kekecewaan mendalam dirasakan kubu Les Bleus karena kegagalan ini sekaligus mengubur mimpi mereka untuk menembus partai puncak turnamen empat tahunan tersebut.
Keputusan wasit Ivan Barton yang memberikan hukuman penalti kepada Prancis setelah Lucas Digne dianggap melanggar Lamine Yamal menuai kontroversi, lantaran bola disinyalir sempat menyentuh tangan Yamal terlebih dahulu.
Meskipun mengakui keunggulan kualitas permainan lawan secara teknis, Deschamps tidak dapat menyembunyikan kekesalannya terhadap beberapa keputusan pengadil lapangan yang dinilai merugikan timnya.
"Tentu saja ada kekecewaan yang sangat besar. Para pemain sangat kecewa karena kami punya ambisi yang besar. Sekalipun, kami harus realistis dan mengakui bahwa hari ini kami secara teknis di bawah sebuah tim yang tahu apa yang mereka lakukan. Sebagian besar adalah salah kami sendiri," ujar Deschamps menanggapi laga Prancis vs Spanyol.
Kekalahan ini juga menandai kegagalan pertama Prancis mencetak gol sepanjang turnamen, setelah sebelumnya tampil produktif dengan mengemas 16 gol dari enam pertandingan terdahulu.
"Saya menanyakan sebuah pertanyaan, dan saya tidak akan menjawabnya: 'Apakah si wasit cukup bagus untuk memimpin sebuah semifinal Piala Dunia?' Kami memang punya beberapa situasi, dan saya tidak akan menjawabnya. Dan saya tidak akan mengatakan ini karena kami kalah pada hari ini, tapi memang ada beberapa situasi… sering kali merugikan kami juga," kata Deschamps yang mempertanyakan kinerja wasit.
Deschamps kemudian menegaskan bahwa hasil minor ini tetap harus diterima oleh seluruh jajaran timnya sebagai bagian dari dinamika kompetisi tingkat tinggi.
"Kami harus menerimanya, ini adalah sepakbola level tertinggi, sekalipun rasanya menyakitkan," imbuh Deschamps.
Di kubu berseberangan, kegembiraan besar dirasakan oleh pelatih tim nasional Spanyol, Luis de la Fuente, yang kini berpeluang mengawinkan gelar Piala Eropa 2024 dengan trofi Piala Dunia 2026.
"Kami memulai hampir empat tahun lalu dengan sebuah ide dan kami tetap setia pada ide itu, and itu membawa kami ke sini," kata De la Fuente dikutip dari situs resmi FIFA.
Spanyol tampil sangat dominan sepanjang laga dan berhasil meredam pergerakan bintang Prancis, Kylian Mbappe, meskipun De la Fuente tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas lawan yang mereka hadapi.
"Hari ini kami menghadapi salah satu tim nasional terbaik di dunia. Tapi, para pemain ini pantas mendapatkan segalanya – hari demi hari mereka telah menunjukkan komitmen, solidaritas, kemurahan hati, dan bakat mereka. Mereka membuat hal yang sulit terlihat mudah," imbuh De la Fuente.