Denny Sumargo Cukur Botak demi Peran Utama Film Baby Udon
Aktor Denny Sumargo rela mencukur habis rambutnya demi memerankan karakter almarhum Haji Jimmy atau Hajime Kondoh dalam film Baby Udon. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026), sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Selain bertindak sebagai produser dan pemeran utama, Denny memilih tampil plontos tanpa prostetik demi menghadirkan visual yang otentik sebagai pejuang kanker. Langkah ini diambil untuk menjaga efisiensi serta kualitas visual peran yang dimainkannya.
"Gua gak suka hal-hal yang nggak praktis gitu. Terus gua merasa film ini sayang banget kalau botaknya pakai prostetik gitu. Akhirnya botakin," kata Denny Sumargo.
Proses pendalaman karakter juga dilakukan Denny dengan mempelajari rekam jejak kehidupan sang tokoh secara mendalam. Ia menyaksikan berbagai rekaman video pribadi milik keluarga, termasuk momen-momen kritis menjelang wafatnya mendiang.
"Gua tuh ini, menonton semua footage dari Fanny dan Haji Jimmy. Termasuk sampai yang terakhir yang paling berat gua tonton tuh sakratul mautnya Haji Jimmy. Itu emang sesedih itu.
Dan dia punya footage-nya semua. Gua jam dua subuh netesin air mata gua nulis dialog per dialog itu, parah sih emang," terang Denny Sumargo.
Penampilan dan penghayatan tersebut mendapat apresiasi langsung dari istri mendiang Haji Jimmy, Fanny Kondoh. Ia menilai penyampaian emosi dan gestur yang dibawakan Denny sangat menyerupai sosok almarhum suaminya.
"Sebagai istri aku merasa kayak emang senyata itu, emang mirip banget. Aku merasa ini Pak Jimmy yang aku sayang. Aku merasa sebagai istri, 'Wah, ini feel-nya suami gue banget.' Dan aku merasa kayak jiwanya suamiku ada di Densu," ujar Fanny Kondoh.
Film arahan sutradara Fajar Bustomi ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026. Karya ini mengangkat kisah perjuangan pasangan suami istri dalam menjalani program bayi tabung di tengah cobaan penyakit berat, dengan menghadirkan Caitlin Halderman sebagai pemeran Fanny Kondoh.