Aksi Demonstrasi Mahasiswa Padati Jakarta Pusat Antisipasi Kemacetan
Pengendara yang melintas di kawasan Jakarta Pusat perlu mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi. Sejumlah aksi unjuk rasa dari kelompok mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan dijadwalkan berlangsung di beberapa titik strategis.
Titik-titik konsentrasi massa tersebar mulai dari kawasan Monas, Gedung DPR/MPR RI, hingga wilayah Kwitang di Senen. Pihak kepolisian bersiap menerapkan pengaturan lalu lintas secara situasional demi mengurai volume kendaraan.
Dikutip dari Moladin, terdapat empat agenda unjuk rasa yang berlangsung di wilayah Jakarta Pusat. Aksi pertama dimulai sejak pukul 09.00 WIB di Jalan Medan Merdeka Selatan, tepatnya di kawasan selatan Monas.
Aksi di depan Monas tersebut digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno (BEM UBK) untuk menyampaikan aspirasi. Kawasan tersebut kembali menjadi titik aksi kedua pada pukul 10.00 WIB oleh gabungan organisasi kepemudaan.
Massa unjuk rasa kedua ini tergabung dalam Aliansi Perisai dan Cipayung Jakarta Barat. Kelompok ini meliputi PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, AGRA, SPP, APWKS, FAM UI, HMI Universitas Esa Unggul, hingga BEM Trisakti.
Kawasan Gedung DPR/MPR RI di Senayan juga menjadi sasaran aksi berikutnya yang dijadwalkan mulai pukul 11.00 WIB. Demonstrasi di lokasi ini diperkirakan melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Sementara itu, titik aksi keempat berlangsung pada pukul 13.00 WIB di Jalan Kwitang Raya, Senen. Massa aksi pada lokasi tersebut berasal dari BEM Seluruh Indonesia Provinsi Jambi.
Ribuan personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran disiagakan guna mengamankan situasi. Skema rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan oleh petugas di lapangan.
Pengendara yang menuju pusat pemerintahan maupun kawasan bisnis disarankan mengantisipasi waktu tempuh yang lebih lama. Konsentrasi massa di sekitar Monas berpotensi memicu perlambatan arus kendaraan di sejumlah ruas jalan utama.
Beberapa ruas jalan yang terdampak meliputi Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Timur, Jalan Medan Merdeka Barat, dan Jalan Medan Merdeka Utara. Perlambatan juga berpotensi terjadi di Simpang Patung Kuda Arjuna Wiwaha.
Jalur lain yang berpotensi padat adalah Jalan M.H. Thamrin arah Monas, Jalan Kebon Sirih, Jalan Abdul Muis, Jalan Ridwan Rais, Jalan Budi Kemuliaan, serta Jalan Majapahit. Arus lalu lintas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti diskresi petugas.
Pengendara dari arah Blok M, Senayan, atau Semanggi yang menuju Jakarta Pusat bagian timur sebaiknya menghindari koridor Thamrin-Monas. Rute alternatif pertama adalah melalui Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman, Dukuh Atas, Jalan Prof Dr Satrio, Casablanca, hingga Kampung Melayu.
Pilihan jalur alternatif kedua dari selatan adalah melewati Semanggi, Sudirman, Manggarai, Salemba, lalu menuju Matraman. Selain itu, pengendara bisa memilih rute Sudirman, Setiabudi, Jalan Rasuna Said, Jalan Diponegoro, dan Menteng.
Bagi pengguna jalan dari arah Bekasi, Cawang, atau Rawamangun yang hendak menuju Tanah Abang atau Palmerah, tersedia opsi menghindari Gambir dan Monas. Pengendara bisa melalui rute Cawang, Matraman, Pramuka, Salemba, Kramat Raya, hingga Tanah Abang.
Opsi jalur timur berikutnya adalah melewati Rawamangun, Pramuka, Salemba, Jalan KH Wahid Hasyim, baru menuju Tanah Abang. Jalur alternatif lainnya meliputi rute Matraman, Manggarai, Casablanca, dan Karet.
Pengguna jalan dari arah Tangerang dan Jakarta Barat yang menuju Jakarta Pusat atau Jakarta Timur dapat menghindari Medan Merdeka Barat. Rute alternatif yang tersedia adalah melalui Tomang, Slipi, Palmerah, Tanah Abang, hingga Kampung Melayu.
Pilihan jalur barat lainnya adalah melewati rute Tomang, Slipi, Karet, Casablanca, menuju Cawang. Pengendara juga dapat memilih jalur alternatif dari Harmoni, Gunung Sahari, Kemayoran, hingga Cempaka Putih.
Masyarakat yang memiliki kegiatan di kawasan Jakarta Pusat disarankan untuk berangkat lebih awal guna menghindari keterlambatan. Penggunaan aplikasi navigasi digital sangat dianjurkan untuk memantau kondisi arus lalu lintas terkini secara real-time.