Dejan Lovren Ungkap Penyebab Mohamed Salah Tinggalkan Liverpool
Mantan bek Liverpool Dejan Lovren mengungkapkan bahwa keretakan hubungan dengan pelatih Arne Slot menjadi alasan utama Mohamed Salah memutuskan hengkang dari Anfield pada akhir musim 2025/2026, sebagaimana dilansir dari Bola.
Lovren meyakini penyerang asal Mesir tersebut dipastikan bertahan di Liverpool apabila Slot kehilangan jabatannya lebih awal pada musim lalu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Lovren saat melakukan sesi wawancara dengan media Winwin mengenai situasi kontrak dan masa depan mantan rekan setimnya itu.
"Ya, dia akan bertahan, 100 persen. Percayalah kepada saya, dia akan bertahan 100 persen," kata Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Pria berusia 36 tahun tersebut menambahkan bahwa tim Merseyside itu sebenarnya masih sangat membutuhkan kontribusi Salah untuk bersaing di kompetisi tertinggi hingga beberapa tahun ke depan.
"Saya tahu itu. Namun, waktunya memang tidak tepat. Hanya orang bodoh yang akan mengatakan kami tidak membutuhkan dia lagi," ujar Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Lovren kemudian mengkritik pandangan pihak-pihak yang menilai kapasitas Salah sudah menurun dan tidak lagi dibutuhkan oleh skuad The Reds.
"Maksud saya, jika Anda mengatakan Liverpool tidak membutuhkan Mohamed Salah lagi ketika dia masih bisa bermain di level tertinggi selama dua atau tiga tahun ke depan, berarti ada masalah dalam cara kita memahami sepak bola," imbuh Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Hubungan antara Salah dan Slot dilaporkan terus memburuk selama musim terakhirnya, terutama setelah sang pemain beberapa kali ditempatkan di bangku cadangan, seperti saat laga melawan Leeds United pada Desember 2025.
Ketika dikonfirmasi mengenai keretakan hubungan kerja dengan sang manajer, Salah memberikan konfirmasi secara terbuka.
"Ya, tidak ada hubungan antara kami. Sebelumnya hubungan kami sangat baik, lalu tiba-tiba tidak ada hubungan lagi," jawab Mohamed Salah, Mantan Pemain Liverpool.
Pemain yang telah membela Liverpool selama sembilan tahun itu juga sempat mengutarakan situasi di internal klub menjelang pertandingan pamungkas melawan Brentford.
"Musim lalu saya belum siap pergi. Namun, sekarang, dengan semua yang terjadi sepanjang musim ini, saya tidak akan menjelaskan secara detail, tetapi Anda tahu bahwa sekarang memang waktunya," tutur Mohamed Salah, Mantan Pemain Liverpool.
Salah mengisyaratkan adanya ketidakcocokan terhadap strategi permainan yang diterapkan oleh suksesor Jurgen Klopp tersebut di lapangan.
"Ada banyak hal yang terjadi di belakang layar yang tidak diketahui orang-orang. Saya sudah berdamai dengan semuanya," lanjut Mohamed Salah, Mantan Pemain Liverpool.
Lovren menilai dinamika yang terjadi pada Salah murni disebabkan oleh pendekatan personal dari Slot yang sangat berbeda jauh dengan era kepelatihan sebelumnya.
"Saya rasa ini bukan soal manajemen. Saya pikir hanya ada satu orang yang menjadi persoalan, yaitu pelatih."
Menurut Lovren, keharmonisan tim yang sebelumnya terbangun kuat di bawah arahan Klopp tidak lagi terlihat di bawah kendali taktis Slot.
"Mereka tidak memiliki hubungan yang baik. Katakan saja apa adanya. Dengan Klopp, dia memiliki hubungan yang sangat indah," kata Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Meski mengakui hubungan Salah dan Klopp sempat mengalami pasang surut, Lovren menegaskan kedua pihak tetap memiliki rasa hormat dan kepercayaan yang tinggi satu sama lain.
"Hubungan mereka tidak selalu sempurna, tetapi mereka saling mengenal dengan sangat baik. Mereka saling percaya, saling menghargai. Para pemain melakukan segalanya di lapangan untuk Klopp dan Klopp memberikan kepercayaan kepada mereka."
Lovren berpendapat bahwa performa impresif Liverpool pada musim perdana Slot terjadi karena pelatih asal Belanda itu mewarisi kerangka tim matang yang sudah terbentuk dari fondasi musim-musim sebelumnya.
"Namun, dengan Slot, semuanya justru kebalikannya," ujar Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Mantan pemain Timnas Kroasia itu menambahkan bahwa publik tidak bisa begitu saja mengklaim kesuksesan tersebut sebagai hasil murni dari metode kepelatihan Slot.
"Sesederhana itu, dan semua orang tahu karena jika melihat delapan atau sembilan musim sebelumnya, semuanya berjalan sangat baik."
Lovren juga menyatakan penyesalannya melihat cara salah satu legenda terbesar klub tersebut mengakhiri masa baktinya di Anfield lebih cepat.
"Lalu, pada musim terakhir… sekarang orang akan berkata, 'ya, tetapi mereka juga tampil baik pada tahun pertama Slot'. Namun, saya tidak berpikir demikian karena menurut saya, dia hanya mengambil alih tim yang memang sudah terbentuk," cetus Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Kekecewaan Lovren semakin diperkuat oleh fakta bahwa Salah sebenarnya masih terikat kontrak aktif bersama Liverpool untuk satu musim ke depan.
"Jadi, seperti yang saya katakan, menurut saya sangat menyedihkan melihat Mo pergi dengan cara seperti ini," ucap Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.
Saat ini, Mohamed Salah telah resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Liverpool setelah mempersembahkan berbagai gelar prestisius dan memecahkan rekor gol klub.
"Saya tidak pernah mengharapkannya. Terlebih lagi karena dia masih memiliki satu tahun kontrak lagi," tambah Dejan Lovren, Mantan Bek Liverpool.