DeepSeek Bakal Lipat Gandakan Jumlah Karyawan Usai Raih Pendanaan Besar
Perusahaan kecerdasan buatan asal China, DeepSeek, berencana untuk melipatgandakan jumlah pekerjanya di seluruh lini departemen. Langkah ini diambil setelah perusahaan menandatangani kesepakatan putaran pendanaan dalam skala besar.
Ekspansi besar-besaran ini dilakukan sebagai bagian dari strategi untuk menyaingi kompetitor domestik serta raksasa global lainnya, seperti OpenAI dan Anthropic PBC.
Dilansir dari Bloombergtechnoz, perusahaan yang berbasis di Hangzhou tersebut telah mempublikasikan program rekrutmen masif yang berfokus pada posisi teknis dan rekayasa melalui platform WeChat.
Pengumuman tersebut bergulir bersamaan dengan fase akhir penggalangan dana DeepSeek yang mencapai sekitar 50 miliar yuan atau setara US$7,4 giga dolar, yang setara dengan Rp133 triliun.
“Seirama perkembangan teknologi, kami berupaya untuk setidaknya menggandakan jumlah karyawan di semua departemen,” kata perusahaan tersebut dalam postingannya.
DeepSeek menarik perhatian pasar teknologi global pada awal tahun lalu melalui peluncuran model penalaran pionir. Model tersebut diklaim berhasil dikembangkan dengan efisiensi biaya yang jauh lebih hemat dibanding kompetitornya di Silicon Valley.
Langkah ini kemudian disusul dengan perilisan berbagai layanan tambahan. Sementara itu, persaingan di China kian ketat setelah korporasi seperti Alibaba Group Holding Ltd. hingga MiniMax Group Inc. turut meluncurkan produk tandingan.
Hingga kini, manajemen belum mengungkap angka pasti total staf mereka. Kendati demikian, sejumlah laporan media mengindikasikan jumlah pekerja perusahaan masih berada di bawah angka 200 orang pada tahun lalu.
Pertumbuhan DeepSeek beserta model kecerdasan buatan murah lainnya sempat memicu kekhawatiran global terkait keberlanjutan investasi pada akselerator AI oleh korporasi-korporasi raksasa dunia.
Berdasarkan riset Exponential View, pangsa pasar kecerdasan buatan kini semakin didominasi oleh perusahaan asal China. Laporan itu mencatat adanya peningkatan basis pengguna yang beralih ke model berbasis sumber terbuka dan buatan China.
Data dari OpenRouter menunjukkan penurunan pangsa permintaan token untuk Google, OpenAI, dan Anthropic secara drastis menjadi 33% pada Juni 2026, dari yang sebelumnya mencapai 72% pada periode tahun lalu.
Suntikan modal baru ini memperkuat posisi DeepSeek untuk bergerak lebih agresif dalam memasarkan ekosistem kecerdasan buatan mereka ke pasar internasional.
Sejumlah investor eksternal, termasuk Tencent Holdings Ltd. dan National Artificial Intelligence Industry Investment Fund milik pemerintah, menanamkan modal sekitar 30 miliar yuan dengan estimasi valuasi perusahaan mencapai 350 miliar yuan.
Sementara itu, Liang Wenfeng selaku pendiri DeepSeek yang membangun perusahaan pada 2023 di bawah hedge fund Zhejiang High-Flyer Asset Management, menyuntikkan dana pribadi sebesar 20 miliar yuan.
Saat ini, posisi yang dibuka oleh perusahaan mencakup insinyur data, insinyur pengembangan, serta berbagai keahlian teknis lintas disiplin dalam ranah kecerdasan buatan.
“Manusia saat ini berada di ambang AGI,” tulis perusahaan tersebut dalam postingannya.
“Bergabunglah dengan DeepSeek, rasakan langsung perkembangan AGI, dan berada di garis depan zaman untuk menyaksikan kelahiran era baru.”