Gelandang NEC Nijmegen Darko Nejasmic Tampil Cemerlang Melawan Olympiakos

Share

NEC Nijmegen menghadapi Olympiakos dalam laga putaran ketiga kualifikasi Liga Champions pada Selasa malam, di tengah situasi absennya gelandang Kodai Sano dan penampilan impresif Darko Nejasmic di lapangan.

Sano dipastikan tidak masuk ke dalam skuad setelah mengutarakan keengganannya untuk bertanding akibat rumor kepindahannya ke PSV. Pelatih NEC, Dick Schreuder, mengonfirmasi pembicaraan singkat dengan sang pemain sebelum laga dimulai.

"Ya, Sano tidak ada," kata Pelatih NEC, Dick Schreuder saat berbincang dengan Noa Vahle di Ziggo Sport.

"Saya rasa itu sudah sangat jelas bagi semua orang. Dia mengirim pesan kepada saya pagi ini: bisa bicara sebentar dengan Anda? Saya sempat berbicara dengannya dan sudah jelas bahwa dia tidak ingin bermain."

Schreuder menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berasal dari keinginan pribadi sang pemain yang merasa kondisi fisiknya tidak optimal.

"Ya, kalau dia tidak mau bermain, ya dia tidak mau bermain. Itu terlihat sangat jelas, dia merasa tidak mampu untuk bermain. Tidurnya buruk, semua faktor itu ikut berpengaruh."

Langkah cepat langsung diambil oleh Schreuder untuk menjaga fokus tim sebelum pertandingan berlangsung.

"Saya sangat singkat dan tegas, kalau memang benar-benar tidak mau bermain, saya memilih yang lain yang memang mau bermain. Setelah itu kami sempat bicara singkat dan yang paling bijak adalah dia juga meninggalkan grup. Supaya fokus bisa tertuju ke malam ini, dan itu juga yang sebenarnya ingin saya lakukan."

Meskipun demikian, Schreuder mengakui harapan awalnya agar Sano tetap bermain dalam dua laga menghadapi Olympiakos.

"Itu sebenarnya juga sudah disepakati. Pada akhirnya saya rasa tidak bijak untuk membicarakan itu sekarang. Bagaimanapun, kami semua sangat menantikannya."

Absennya Sano serta beberapa pemain bertahan memaksa tim pelatih melakukan penyesuaian taktik secara mendadak.

"Sekarang kami memang harus mengubah beberapa hal. Anda punya ide-ide tertentu di kepala, karena kami juga kehilangan beberapa pemain bertahan. Jadi itu juga sedikit banyak bisa dibuang begitu saja.

Kami juga melihat bahwa sejak diputuskan dia akan bertahan, Sano selalu masuk starting XI di setiap pertandingan. Saya rasa kami harus melihat dengan tenang selama pertandingan apa solusi lain yang bisa saya lakukan."

Di tengah perubahan komposisi tim, pertahanan NEC tampil kokoh pada babak pertama berkat kontribusi gelandang bertahan Darko Nejasmic. Pemain asal Kroasia tersebut mencatatkan 10 aksi bertahan sukses dan memenangi seluruh duel pribadi sebelum jeda.

Performa Nejasmic mendapat pujian langsung dari komentator pertandingan yang menilai kerapihannya dalam menjaga ruang di lini tengah.

"Nejasmic sangat penting," kata Komentator Ziggo Sport, Wytse van der Goot setelah sang pemain melakukan tekel krusial pada menit ke-26.

Van der Goot menambahkan bahwa penempatan posisi Nejasmic menjadi penentu utama dalam menggagalkan serangan lawan.

"Dalam beberapa kesempatan dia sudah sangat penting dalam menutup celah," kata Wytse van der Goot.

"Nejasmic konstan berada di posisi yang tepat untuk mencegah bahaya sebelum benar-benar menjadi berbahaya."

Aksi solid Nejasmic memicu desakan dari para pendukung NEC agar direktur teknis Carlos Aalbers segera memperpanjang kontraknya yang tersisa satu tahun, sementara pendukung Ajax turut meramaikan media sosial agar direktur teknis Jordi Cruijff merekrutnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author