Cyber University Terapkan Kurikulum CLP Tiga Plus Satu Siapkan Talenta AI
Cyber University mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta metode Project Based Learning ke dalam kurikulum guna menyiapkan lulusan teknologi informasi yang sesuai dengan kebutuhan industri digital saat ini.
Langkah transformasi ini diperkuat lewat skema Company Learning Program (CLP) 3+1, yaitu tiga tahun perkuliahan teori dan satu tahun magang di perusahaan mitra. Berdasarkan data internal kampus, skema ini mendorong angka penyerapan kerja lulusan mencapai hampir 100 persen dalam kurun waktu kurang dari enam bulan setelah wisuda.
Dosen Teknologi Informasi Cyber University, Rika Astuti, menjelaskan pemanfaatan platform digital dan kecerdasan buatan telah mengubah proses pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menjadi lebih interaktif dan praktis.
"Teknologi AI kini mulai dimanfaatkan dalam pembelajaran rekayasa perangkat lunak untuk membantu mahasiswa memahami coding melalui fitur auto-complete, debugging otomatis, hingga saran penulisan program. Dengan teknologi ini, mahasiswa pemula lebih cepat memahami logika pemrograman dan mampu menyelesaikan tugas pengembangan aplikasi dengan lebih baik," kata Rika Astuti, Dosen Teknologi Informasi Cyber University.
Penerapan metode berbasis proyek juga mengharuskan mahasiswa merancang sistem informasi, situs web, hingga aplikasi seluler. Penggunaan alat kolaborasi digital seperti GitHub, GitLab, dan Visual Studio Code Live Share melatih keterampilan manajerial serta kerja tim.
"Peran dosen pengampu menjadi kunci utama dalam mengarahkan mahasiswa agar mampu mengikuti perkembangan teknologi yang sangat cepat. Dosen bukan hanya pengajar, tetapi juga motivator, mentor, inovator, dan pembentuk karakter. Dengan dukungan dosen yang profesional serta pemanfaatan teknologi yang tepat, pembelajaran Rekayasa Perangkat Lunak akan terus melahirkan lulusan yang kreatif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital global," kata Rika Astuti, Dosen Teknologi Informasi Cyber University.
Dalam ranah manajemen institusi, Wakil Rektor Cyber University Agus Trihandoyo menegaskan bahwa perguruan tinggi harus adaptif terhadap pergerakan industri yang berubah secara sangat dinamis.
"Perubahan saat ini bukan lagi terjadi setiap sepuluh tahun, tetapi hampir setiap bulan. Banyak pekerjaan lama menghilang, sementara profesi-profesi baru terus bermunculan. Karena itu, kemampuan paling penting yang harus dimiliki mahasiswa bukan hanya pengetahuan, tetapi kemampuan untuk terus beradaptasi, belajar, dan menciptakan inovasi," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.
Perguruan tinggi juga melibatkan pihak keluarga dalam program Temu Wicara untuk menyelaraskan pendampingan mahasiswa di era kecerdasan buatan.
"Melalui program CLP 3+1 ini, mahasiswa benar-benar digembleng dengan tiga tahun kuliah di kampus dan satu tahun penuh magang di industri. Ini adalah langkah konkret kami untuk memastikan lulusan tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga portofolio proyek dan pengalaman kerja nyata sebelum mereka benar-benar lulus," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.
Inovasi akademik ini melahirkan berbagai capaian mahasiswa, salah satunya pendirian entitas bisnis PT Gipsy Research Nusantara oleh Gregorius Peitra dan Carolus Agung Segara Wisesa yang mengembangkan alat bantu riset berbasis AI.
"Masa depan tidak menunggu mereka yang hanya siap hari ini, tetapi berpihak kepada mereka yang mampu terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi. Itulah semangat yang kami bangun di Cyber University bersama seluruh orang tua mahasiswa," kata Agus Trihandoyo, Wakil Rektor Cyber University.
Selain itu, mahasiswa Prodi Teknologi Informasi Raden Mochamad Issa Wirakusumah tercatat dipercaya menjadi Project Manager di PT InfantAI Teknologi Nusantara saat masih menjalani skema magang.
"Saya percaya bahwa terus belajar dari berbagai lingkungan kerja merupakan salah satu cara terbaik untuk berkembang. Semakin banyak pengalaman yang diperoleh, semakin luas pula cara kita melihat sebuah permasalahan dan menemukan solusi," kata Raden Mochamad Issa Wirakusumah, Mahasiswa Teknologi Informasi Cyber University.
Pihak pengelola Career Center Cyber University menyatakan bahwa pola kemitraan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terus diperluas untuk menjaga relevansi kurikulum.
"Di Cyber University kuliahnya selama 3 tahun dan 1 tahun magang di industri yang sudah kerja sama. Kami sangat bersyukur dari CLP 3+1 ini sudah banyak mahasiswa yang sudah kerja sebelum mereka lulus. Lulusan Cyber University juga bisa hampir 100% terserap dunia kerja," kata Dr. Anang Martoyo, Ketua Career Center Cyber University.