Cristiano Ronaldo Cetak Rekor Baru pada Piala Dunia 2026

Share

Kapten Tim Nasional Portugal Cristiano Ronaldo memecahkan rekor sejarah sebagai pencetak gol terbanyak negaranya di Piala Dunia setelah menyumbang dua gol dalam kemenangan melawan Uzbekistan di Stadion Houston pada Selasa, 23 Juni 2026. Dilansir dari Goal.com, penyerang Al-Nassr tersebut mencetak gol pertama pada menit keenam memanfaatkan umpan silang Joao Cancelo, lalu menambah gol kedua pada menit ke-39 melalui situasi satu lawan satu dengan kiper Uzbekistan. Tambahan dua gol ini membuat Ronaldo mengoleksi total 10 gol sepanjang partisipasinya di enam edisi Piala Dunia, melampaui rekor legenda Portugal Eusebio yang bertahan selama 60 tahun dengan catatan 9 gol sejak edisi 1966.

Sebelum mencetak gol ke gawang Uzbekistan, media Portugal A Bola sempat menyoroti paceklik gol Ronaldo dalam lima laga beruntun di Piala Dunia dan menyarankannya fokus mengejar rekor domestik Eusebio ketimbang mengejar rekor 18 gol milik Lionel Messi.

"Rekor Messi sudah tidak mungkin lagi dipecahkan, tetapi Ronaldo masih mengejar rekor yang lain," tulis judul media Portugal, A Bola, Senin (2/6). Media tersebut menambahkan bahwa kompetisi tahun ini menjadi momentum penting bagi sang penyerang di akhir karier internasionalnya.

"Ronaldo bisa mengejar (rekor) Eusebio, dalam apa yang bisa menjadi Piala Dunia terakhir dalam karierinya," jelas A Bola. Artikel tersebut kemudian memprediksi potensi pencapaian baru bagi sang kapten di turnamen ini sebelum ia berhasil membuktikannya di lapangan.

"Jika ia mencetak dua gol atau lebih hingga akhir turnamen, penyerang berusia 41 tahun itu bisa mencetak rekor baru dan menjadi pemain Portugal pertama yang mencetak 10 gol atau lebih dalam sejarah Piala Dunia," pungkasnya. Di sisi lain, pelatih Portugal Roberto Martinez menerapkan rotasi taktis dengan memasang Joao Felix sebagai starter di lini depan untuk memberikan fleksibilitas saat membongkar pertahanan rapat Uzbekistan. "Dia menunjukkan bahwa dia siap membantu tim," kata Martinez dalam wawancara sebelum pertandingan seperti dilansir dari ojogo.pt.

Martinez menjelaskan bahwa keputusan tersebut didasarkan pada kebutuhan tim akan pemain kreatif di ruang sempit sekaligus memberikan kontinuitas pada performa tim sebelumnya.

"Dia menunjukkan bahwa dia siap" ujar Martinez. Pelatih tersebut juga menekankan pentingnya menjaga ketenangan taktis demi meraih hasil maksimal pada laga kedua fase grup ini. "Dia menunjukkan bahwa dia siap" kata Martinez.

Pertandingan ini menjadi momen kebangkitan Portugal setelah pada laga pertama babak penyisihan grup hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi Republik Demokratik Kongo.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
rizka-amelia-kusuma
Author