Connected Art Platform Buka Kompetisi Seni J+Art Awards di Jakarta
Connected Art Platform (CAP) resmi membuka J+Art Awards, kompetisi seni yang diikuti lebih dari 400 pendaftar dari 43 negara. Sebanyak 29 seniman terpilih akan memamerkan karya mereka di lima lokasi mitra strategis di Indonesia, dengan pameran pertama berlangsung di ARTOTEL Gelora Senayan Jakarta hingga 24 Oktober 2026, dilansir dari Detikcom. Dhanny Sanjaya dari CAP menjelaskan bahwa J+Art Awards merupakan wadah baru bagi seniman muda yang dimulai sejak 2024.
Pameran pertama digelar bekerja sama dengan sebuah tempat di Salatiga sebagai bentuk dukungan pengembangan seniman muda. Windi Salomo, konsultan seni independen dari ARTOTEL Group, menilai seniman yang lolos kurasi sebagai perupa berbakat. Ia menegaskan pentingnya menampilkan karya seniman terpilih agar dapat dilihat publik dan mendukung fokus pada seniman muda Indonesia.
Tema pameran tahun ini adalah "Mirage" yang mengangkat perspektif tentang identitas, ingatan, pengalaman personal, dan dinamika sosial. Seniman diajak mengeksplorasi batas antara realitas dan ilusi serta bagaimana budaya, teknologi, dan pengalaman membentuk persepsi manusia.
J+Art Awards juga menghadirkan ruang bagi seniman untuk memperluas jejaring, mendapatkan eksposur luas, dan berkontribusi pada perkembangan ekosistem seni kontemporer di Indonesia melalui pameran, kolaborasi lintas disiplin, dan pertukaran kreatif berskala internasional. Dhanny menyatakan, "Ketika masuk ada aplikasi 400 submisi, kami jujur cukup kewalahan, menurut kami cukup menarik yang bikin kita melihat perkembangan dunia sekarang." Ia mengaitkan tema dengan perubahan cepat di dunia dan dunia maya.
Pameran pembuka menampilkan 10 karya seni dari 10 seniman, antara lain Adril Wak Yong, Agung Bule, Camelia Mitasari Hasibuan, Minji Sani, dan lainnya. Karya mereka menghadirkan refleksi atas realitas kehidupan kontemporer yang mengajak pengunjung untuk melihat dan memaknai kembali pengalaman manusia dari sudut pandang berbeda.