Cole Palmer Jadikan Pencoretan dari Timnas Inggris Motivasi Musim Baru

Share

Keputusan pelatih Thomas Tuchel yang mencoret Cole Palmer dari skuad Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026 menjadi pendorong utama sang gelandang Chelsea dalam menatap kompetisi Liga Premier Inggris musim 2026-2027.

Pemain berusia 24 tahun tersebut batal berangkat ke Amerika Utara setelah melewati musim lalu yang diwarnai rangkaian cedera pangkal paha, hamstring, serta paha, hingga hanya mampu mencetak 11 gol dan tiga asis dari 34 laga.

"Tentu saja, jika seseorang memberitahumu bahwa kamu tidak cukup bagus untuk masuk ke dalam skuad, kamu akan berusaha lebih keras," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Meski absen di turnamen akbar tersebut, mantan penggawa Manchester City ini tetap mengamati perjuangan rekan-rekannya di Tiga Singa dari lokasi liburan, termasuk saat Inggris membekuk Meksiko 3-2 pada babak 16 besar di Stadion Azteca.

"Ya, saya menonton pertandingan itu, tapi saya tertidur di babak pertama," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Perbedaan waktu yang signifikan serta jadwal laga pukul dua dini hari waktu Greenwich akibat penundaan badai sempat membua Palmer kesulitan menjaga ketahanan fisiknya saat berlibur.

"Jelas saya berada jauh, dan waktunya sedikit gila di Amerika, jadi hal itu agak sulit, tapi saya benar-benar menonton pertandingan-pertandingan itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Setelah menikmati masa istirahat musim panas selama tujuh minggu di Marbella bersama keluarga—liburan terpanjangnya dalam empat tahun terakhir—Palmer mengaku sempat merasa bosan dan tidak sabar untuk kembali berlatih.

"Itu terasa aneh. Pada minggu pertama, saya bahkan tidak tahu harus pergi ke mana," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Rasa jenuh yang muncul usai beberapa minggu beristirahat mendorongnya untuk segera kembali ke rutinitas fisik bersama klub.

"Saya pergi berlibur dan berpikir, 'Setelah ini saya harus ke mana?' Saya juga terus mengecek kapan harus kembali latihan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Ia tidak menyangka masa jeda kompetisi yang panjang justru memicu kerinduannya pada lapangan hijau.

"Sejujurnya, setelah sekitar enam minggu, saya mulai bosan. Saya duduk di Marbella sambil berpikir, 'Saya ingin segera kembali berlatih.' Saya tidak pernah menyangka akan berpikir seperti itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kini kondisi fisik Palmer dipastikan telah pulih sepenuhnya setelah melalui masa istirahat yang cukup pasca-penurunan performa musim lalu.

"Liburan saya menyenangkan. Saya mendapat waktu sekitar tujuh minggu, sesuatu yang belum pernah saya rasakan. Saya berlibur bersama keluarga dan sekarang merasa lebih segar," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Mengulas penyebab penampilannya yang kurang maksimal pada musim sebelumnya, Palmer membeberkan masalah cedera otot yang sempat dikonsultasikannya dengan dokter di Eropa.

"Saya tidak ingat di mana, antara Swedia atau Denmark. Saya pergi menemui seorang dokter," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Meskipun tindakan operasi medis sempat dipertimbangkan oleh tim dokter, opsi pembedahan tersebut pada akhirnya dibatalkan.

"Kami sempat membahas operasi, tetapi akhirnya tidak jadi dilakukan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Ia mengakui minimnya pengalaman dalam menangani cedera berat membuatnya mengambil keputusan kurang tepat di awal musim.

"Saya benar-benar tidak tahu bagaimana cara menghadapinya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Keputusan untuk terus tampil dalam pertandingan saat kondisi tubuhnya belum fit diakuinya sebagai sebuah kesalahan.

"Pada beberapa bulan pertama saat cedera, saya hanya ingin terus bermain, padahal mungkin seharusnya tidak," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Namun, jeda kompetisi musim panas memberikan waktu pemulihan yang cukup sehingga ia siap memberikan performa terbaik untuk London Biru.

"Jelas, saya tidak bisa bermain seperti yang saya inginkan. Musim itu berjalan buruk secara pribadi karena cedera dan hal-hal lainnya. Namun, sekarang saya merasa baik. Tujuh minggu libur benar-benar membantu dan saya siap kembali," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Memasuki musim baru, Chelsea resmi ditangani manajer Xabi Alonso yang langsung memberikan dukungan moral kepada Palmer begitu mendengar kabar pencoretan dari tim nasional.

"Saat saya diberi tahu tidak berangkat ke Piala Dunia, saya rasa dia sudah mengetahuinya, lalu mengirim pesan kepada saya. Saya tidak ingat persis apa isinya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Pesan singkat dari sang pelatih baru memberikan ketenangan tersendiri bagi sang gelandang serang.

"Mungkin dia mengatakan agar saya tidak perlu khawatir atau semacamnya. Hal-hal yang biasa, tetapi itu menyenangkan," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Dalam skema permainan yang dirancang Alonso, Palmer diproyeksikan mengisi peran sentral di belakang penyerang utama.

"Kami sudah berbicara. Dia melihat saya bermain sebagai nomor 10, di ruang antarlini dan dekat dengan penyerang. Jadi, nanti kita lihat saja," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Metode serta pendekatan taktik yang dibawa jajaran pelatih baru mendapat sambutan hangat dari para pemain.

"Sejauh ini semuanya berjalan baik. Dia dan staf pelatih membawa ide-ide baru yang menyegarkan dan saya sangat menikmatinya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Di sisi lain, Xabi Alonso mengonfirmasi bahwa Palmer bakal memegang peranan vital sebagai pemimpin tim dalam sesi pramusim di Australia.

"Dia akan menjadi pemimpin di lapangan. Semakin baik Cole yang kita miliki, semakin baik Chelsea kita, itu sudah pasti," kata Xabi Alonso, pelatih Chelsea.

Alonso mengapresiasi tingkat fokus dan keterikatan yang ditunjukkan gelandang mudanya tersebut selama persiapan tim.

"Dan saya pikir dengan latihan yang tepat dan persiapan yang matang, itu akan penting baginya. Dan Anda lihat dia benar-benar fokus pada hal itu. Dan kami terhubung. Kami saling memahami dan sejauh ini saya menyukai kepribadiannya," kata Xabi Alonso, pelatih Chelsea.

Antusiasme Palmer semakin bertambah seiring kedatangan Morgan Rogers yang diboyong dari Aston Villa seharga £117 juta, setelah sebelumnya mereka bersama-sama menimba ilmu di akademi Manchester City.

"Itu rahasia yang sulit untuk disimpan, tetapi saya menyimpannya," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Kegembiraan terpancar dari Palmer karena dapat kembali berduet dengan salah satu sahabat karibnya di level klub.

"Semua orang tahu betapa hebatnya dia, dan jelas dia adalah salah satu sahabat terbaik saya. Jadi saya sangat senang tentang itu," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Ia menyakini perpaduan karakter permainan di antara mereka akan memberikan variasi taktik yang saling melengkapi bagi lini tengah Chelsea.

"Saya pikir kami adalah dua pemain yang berbeda. Dia lebih fisik daripada saya, baik saat menguasai bola maupun tidak. Dia suka menggiring bola. Saya suka mengoper bola," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Sinergi keduanya diharapkan dapat langsung memberikan dampak positif pada laga pembuka musim depan.

"Jadi ya, saya pikir kami bisa bermain bagus bersama," kata Cole Palmer, gelandang Chelsea.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author