Cleveland Cavaliers Tertinggal Dua Gim Setelah Kalah dari New York Knicks
Kekalahan Cleveland Cavaliers dari New York Knicks pada gim kedua final Wilayah Timur NBA memicu gelombang pesimisme di media sosial setelah performa buruk lini serang membuat mereka kini tertinggal agregat 0-2.
Akurasi tembakan tiga angka Cleveland Cavaliers menjadi sorotan tajam karena mereka hanya mampu melesakkan sembilan dari 35 percobaan, atau setara dengan 26 persen sepanjang pertandingan tersebut.
Catatan kolektif Cleveland Cavaliers kalah telak dari pemain New York Knicks, Josh Hart, yang mencetak rekor poin tertinggi dalam karier babak gugurnya melalui lesakan lima dari sepuluh tembakan tiga angka.
Donovan Mitchell memimpin perolehan angka Cleveland Cavaliers dengan 26 poin, sementara James Harden menambahkan 18 poin dalam laga yang menentukan keunggulan New York Knicks tersebut.
New York Knicks mengambil alih kendali permainan pada kuarter ketiga dengan mencetak laju poin 18-0 untuk mengamankan kemenangan menjelang gim ketiga di Rocket Arena pada Sabtu malam.
Sejumlah pengamat olahraga dan jurnalis memberikan pandangan mereka terkait jalannya pertandingan melalui platform media sosial setelah laga usai.
"no in-depth analysis needed tonight. The #Knicks were the better team. Made more shots. Took advantage of tactical errors. Cavs got a bunch of good looks and couldn’t buy an open 3. Tired legs definitely could be playing a role. Gonna be a monumental task to win 4 of 5 now," tulis Mike Lucas dari Ultimate Cleveland Sports Show.
John Fanta dari NBC Sports menyoroti efisiensi permainan dari lini sayap serta kontribusi pemain besar New York Knicks yang menyulitkan pertahanan lawan.
"When two of the Knicks’ three wings are playing well, they’re really difficult to beat. What a night for Josh Hart. Cavs dared him to beat them. He did. Bridges very efficient, Anunoby solid. That means Brunson can be a playmaker. KAT a double-double. Complete performance," tulis John Fanta.
Kurangnya tekanan dari lini bertahan Cleveland Cavaliers juga dianggap menjadi penyebab utama sulitnya memetik kemenangan di markas lawan.
"There is a formula for beating the Knicks but forcing just 4 turnovers makes it next to impossible on the road," tulis Anthony Lima dari 92.3 The Fan.
Di sisi lain, strategi pertahanan yang diterapkan oleh pelatih Cleveland Cavaliers mendapat sindiran karena dianggap kurang efektif membendung pergerakan lawan.
"Atkinson likes Harden’s defense on Brunson. So do Ben Stiller and Bon Jovi‚" tulis Aaron Goldhammer dari ESPN Cleveland.
Tony Pesta dari Fear the Sword menilai hasil pada pertandingan pertama telah memberikan dampak psikologis yang besar bagi jalannya sisa seri ini.
"I worry that Game 1 will have defined this series(.) The Knicks are too good to spot them a win. I don’t know if the Cavs can win 4 out of 5 against a team this good," tulis Tony Pesta.
Vincent Goodwill dari ESPN juga melontarkan kritik tajam dengan menyebut mental bertanding Cleveland Cavaliers belum siap menghadapi tekanan di fase krusial ini.
"Lights look too bright for the Cavs right now. Knicks about to be two games away from June…And those two games could be the next two games," tulis Vincent Goodwill.
Sentimen serupa mengenai beratnya peluang Cleveland Cavaliers untuk membalikkan keadaan juga diutarakan oleh jurnalis penyiaran lokal.
"To win this series, the #Cavs will have to win 4 of the next 5 games…Don’t feel too confident in that at the moment," tulis Nick Camino dari WKYC-TV.