Citra Anidya Mengaku Mengalami Trauma Akibat Diteror Ancaman Kekerasan

Share

Model sekaligus DJ Citra Anidya membeberkan ancaman kekerasan yang belakangan ini meneror dirinya. Teror tersebut memicu kembali rasa trauma mendalam atas insiden penganiayaan yang pernah menimpanya pada masa lalu, sebagaimana dilansir dari Detik Hot.

Kekasih dari Chef Juna ini mengungkapkan kekecewaannya melalui akun Instagram pribadi pada Rabu (12/8/2026). Sosok yang diduga melakukan pengancaman tersebut disinyalir merupakan orang yang sangat dekat dengan kehidupannya.

"Aku pernah mengalami trauma karena pernah dipukul habis2an oleh laki2 yang bahkan nggak aku kenal. Dan setelah di bawa ke kantor polisi dan papahku datang dengan muka sedih melihat anaknya babak belur. Yang "katanya" tersangka sedang punya masalah dengan keluarganya," kata Citra Anidya menceritakan peristiwa kelam masa lalunya.

Perempuan kelahiran 20 Januari 1990 yang akrab disapa Ncit ini menyebut trauma lamanya bangkit kembali. Hal ini terjadi setelah teror serangan fisik mulai mengintai dirinya lagi dalam beberapa waktu terakhir.

"Dan beberapa waktu terakhir, trauma itu muncul lagi ketika aku mendapatkan ancaman dari seseorang akan memukulku," tutur Citra Anidya.

Rasa kecewa makin mendalam karena teror tersebut justru dilayangkan oleh sosok yang tadinya ia percaya. Hal inilah yang membentuk pertahanan dirinya menjadi sangat defensif, terutama saat berhadapan dengan kaum pria.

"Ironisnya, ancaman itu justru datang dari seseorang yang pernah berjanji akan melindungiku. Mungkin itu juga yang membuatku kadang terlalu defensif, terutama terhadap laki2. Bukan karena aku ingin selalu curiga, tapi karena ada bagian dari diriku yang masih belajar merasa aman," ujar kekasih Chef Juna tersebut.

Menghadapi situasi pelik ini, Ncit memutuskan berdamai dengan keadaan. Langkah tersebut diambil bukan untuk membenarkan intimidasi, melainkan agar ia bisa terbebas dari rasa cemas yang menghantui kehidupannya.

Ancaman fisik tersebut diketahui berlangsung berulang kali. Demi melindungi keselamatan diri, Citra berinisiatif mengamankan bukti rekaman yang bisa dipergunakan sewaktu-waktu jika konflik berlanjut ke jalur hukum.

"Aku tidak merekam untuk memperbesar masalah, apalagi untuk menjatuhkan siapa pun. Beberapa kali hal itu terjadi, dan semakin lama aku semakin sadar bahwa rasa takut aku bukan sesuatu yang bisa begitu saja aku abaikan. Karena aku sudah tahu kemungkinan hal itu akan terjadi lagi, aku memilih untuk merekam… Not to create a conflict, but simply to have something that reminds me that what happened was real," ungkap Citra mengenai alasannya mengumpulkan bukti digital.

Ia menuturkan beban terberat yang dirasakan saat ini adalah melihat terduga pelaku tetap beraktivitas normal tanpa rasa bersalah. Sementara itu, dirinya harus berjuang sendirian menyembuhkan luka batin akibat teror tersebut.

"Yang terasa paling berat justru melihat beliau di luar sana seolah semuanya baik2 saja dan tidak meninggalkan luka yang beliau tinggalkan. Seolah nothing ever happened. Sementara aku masih membawa rasa takut dan trauma itu dalam diam, bertahan dan menyimpannya sendiri selama ini," tutur Citra Anidya.

"Mungkin bagi beliau itu sudah berlalu, tetapi bagi aku, some things don't simply disappear just because the moment has passed," pungkas Citra Anidya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
sheila-amara-zahra
Author