China Tarik Kembali 4,3 Juta Mobil karena Masalah Mekanisme Pintu Darurat

Share

China menarik kembali sebanyak 4.309.921 unit kendaraan dari sembilan produsen otomotif karena masalah mekanisme pembuka pintu darurat yang sulit dioperasikan saat kondisi darurat, dilansir dari Detik Oto.

Masalah ini menyebabkan penumpang berpotensi kesulitan membuka pintu saat kecelakaan, terutama jika sistem kelistrikan mengalami kegagalan. Mekanisme pembuka pintu darurat sulit ditemukan karena warna dan desainnya menyerupai bagian interior kendaraan.

Produsen Tesla menjadi yang paling banyak terdampak, dengan total 3.021.951 kendaraan yang direcall. Sebanyak 2.975.910 unit adalah Model 3 dan Model X produksi China, serta 46.041 unit impor dari Model 3, Model X, dan Model S.

Untuk perbaikan kendaraan produksi China, Tesla akan memasang label penanda lokasi mekanisme pintu darurat dan menyediakan pembaruan perangkat lunak over-the-air (OTA) yang memungkinkan kaca jendela turun otomatis setelah kecelakaan.

Selain Tesla, Xiaomi menarik kembali 390.435 unit model SU7 tahun 2024. Leapmotor melakukan recall 371.200 unit tipe C01 dan C11, sedangkan XPeng menarik 264.842 unit G6, P7+, dan X9.

Zeekr melakukan recall 92.658 unit model 007 dan X, Chery sebanyak 64.488 unit iCaur 03 dan Fulwin X3, serta Dongfeng menarik 53.452 unit kendaraan Nammi 06, Aeolus L8, dan model eπ 007 dan eπ 008.

BAIC BluePark melakukan recall 46.860 unit ArcFox Kaola, dan FAW Hongqi menarik 4.035 unit EH7 dan Tiangong 08, menurut data resmi yang diumumkan di China.

China juga memperketat aturan terkait desain gagang pintu kendaraan. Gagang pintu elektronik tersembunyi yang populer karena tampilan minimalis dianggap berisiko jika kendaraan kehilangan daya listrik.

Regulator China berencana melarang penggunaan gagang pintu elektronik tersembunyi pada kendaraan baru berbobot di bawah 3,5 ton mulai 2027 sebagai langkah meningkatkan keselamatan terutama dalam keadaan darurat.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
yoga-prasetyo-nugroho
Author