China Pimpin Adopsi Kecerdasan Buatan Perusahaan Global

Share

China dilaporkan melaju paling cepat dalam mengadopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) enterprise, teknologi robotika, hingga ekonomi digital berbasis token pada ajang International Data Corporation (IDC) Directions 2026 di Beijing, Kamis (21/5/2026).

Negara tersebut kini menjadi salah satu pasar kecerdasan buatan dengan pertumbuhan paling pesat di dunia, dilansir dari Bloomberg Technoz. Pertumbuhan ini terjadi di tengah proyeksi belanja AI enterprise global yang diperkirakan menyentuh angka US$940 miliar pada tahun 2026.

Pengembangan teknologi ini membawa industri memasuki fase kedua dari AI Supercycle yang berfokus pada implementasi tingkat enterprise berskala besar. Pergeseran tersebut ditandai dengan perubahan fokus utama dari kekuatan komputasi mendasar menuju efisiensi penggunaan energi sistem.

"IDC telah berada di lapangan di sini sejak 1986, dan kami belum pernah melihat laju perubahan bergerak lebih cepat daripada sekarang," kata Lorenzo Larini, CEO IDC.

Pihak manajemen menjelaskan bahwa posisi China saat ini telah berubah dari sekadar pasar komputasi yang besar menjadi kekuatan utama penggerak arah teknologi. Fase baru ini turut mendorong ledakan penggunaan AI enterprise di berbagai sektor industri internasional secara masif.

"IDC memperkirakan pada 2027 lebih dari 70% kebutuhan komputasi AI akan berasal dari inference atau proses penggunaan model AI, bukan lagi pelatihan model," kata Kitty Fok, Managing Director IDC China.

Sektor kecerdasan buatan robotik atau embodied intelligence menjadi salah satu bidang dengan pertumbuhan paling ekstrem di China. Nilai belanja China di sektor robotik tersebut diproyeksikan melonjak dari US$1,4 miliar menjadi US$77 miliar dalam jangka waktu lima tahun ke depan.

Negara ini juga diproyeksikan menjadi pasar robotika terbesar di dunia pada tahun 2029 mendatang karena produsen lokal telah memimpin pengiriman global. Selain itu, pasar Model-as-a-Service (MaaS) di China diperkirakan mencapai 40.000 triliun token calls pada tahun 2026.

Pendapatan pasar MaaS di China diestimasi menyentuh angka 18,6 miliar yuan pada tahun 2026 dengan tingkat integrasi teknologi yang tinggi. Saat ini terdapat lebih dari 60% perusahaan skala besar di China yang telah menerapkan teknologi AI generatif ke dalam proses bisnis utama mereka.

Akselerasi ekonomi digital ini juga didukung oleh implementasi Rencana Lima Tahun ke-15 China yang dimulai pada tahun 2026. Fokus utama kebijakan tersebut meliputi penciptaan peluang bisnis baru, pemeliharaan kedaulatan digital, serta restrukturisasi kapabilitas pada tingkat global.

Pada sektor perangkat konsumen, sekitar 900 juta perangkat pintar diperkirakan akan dikirimkan ke pasar China sepanjang tahun 2026. Meskipun ada tekanan kenaikan harga akibat biaya memori, faktor utama pembelian kini bergeser pada pengalaman integrasi ekosistem kecerdasan buatan.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
melinda-putri-handayani
Author