China Resmi Operasikan Stasiun Kereta Api Timur Chongqing Terbesar di Dunia
Infrastruktur perkeretaapian dunia kembali mencatatkan sejarah baru. Dilansir dari Detik Travel, China kini resmi mengoperasikan Stasiun Kereta Api Timur Chongqing atau Chongqing East Railway Station yang menjadi stasiun terbesar di dunia.
Mega proyek yang berlokasi di Distrik Nan'an, Chongqing ini memiliki skala bangunan yang sangat masif. Luas bangunan stasiun ini mencapai sekitar 1,22 juta meter persegi, atau setara dengan luasan 170 lapangan sepakbola standar.
Kompleks transportasi raksasa ini mulai melayani pergerakan penumpang sejak Juni 2025. Pengoperasian tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian jalur kereta cepat yang menghubungkan Chongqing hingga Qianjiang.
Jalur rel tersebut menjadi bagian penting dari rute kereta cepat koridor Chongqing-Xiamen. Jaringan ini dirancang khusus untuk mengakomodasi perjalanan kereta dengan kecepatan tinggi yang mencapai 350 kilometer per jam.
Fasilitas utama stasiun dirancang bertingkat untuk menampung volume penumpang yang besar. Bangunan ini terdiri dari delapan lantai, dilengkapi dengan 29 peron serta 15 jalur rel aktif.
Mengutip Xinhua News Agency, Sabtu (30/5/2026) stasiun tersebut mampu melayani hingga 16 ribu penumpang per jam pada masa puncak perjalanan.
Kehadiran infrastruktur baru ini memperkuat konektivitas wilayah barat daya China. Stasiun ini menghubungkan Chongqing secara langsung ke berbagai kota metropolitan dan pusat wisata utama seperti Beijing, Shanghai, Guangzhou, Chengdu, dan Xi'an.
Wilayah Chongqing sendiri memegang peranan strategis dalam sektor pariwisata domestik maupun internasional. Kota ini populer dengan kondisi geografis pegunungan yang dipadukan dengan tata kota bertingkat, hingga sering dijuluki sebagai kota cyberpunk atau kota 8D.
Selain keunikan arsitektur kotanya, Chongqing menjadi gerbang utama untuk pelayaran wisata menyusuri Sungai Yangtze. Kawasan ini juga sangat terkenal secara global melalui warisan kuliner hotpot khas Sichuan yang memiliki cita rasa pedas mala.
Pembangunan megaproyek ini membutuhkan anggaran investasi yang fantastis sebesar 7,8 miliar USD atau sekitar Rp 139 triliun. Proses konstruksi keseluruhan berhasil diselesaikan dalam kurun waktu 38 bulan.
Sistem transportasi makro yang terintegrasi penuh menjadi keunggulan utama dari stasiun ini. Penumpang dapat berpindah moda dari kereta cepat menuju jaringan metro, bus, taksi, hingga bus antarkota di dalam satu kawasan terpadu.
Mekanisme konektivitas intermoda ini memberikan kemudahan akses bagi mobilitas masyarakat. Penumpang tidak perlu lagi keluar dari area kompleks stasiun untuk meneruskan perjalanan mereka menggunakan transportasi umum lain.
Kemegahan stasiun baru ini juga memicu perhatian luas di jagat media sosial internasional. CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, sempat membagikan rekaman video yang memperlihatkan lanskap stasiun tersebut melalui platform X pada 18 Mei lalu.
Tayangan video berdurasi hampir enam menit itu menampilkan kemegahan arsitektur fisik bangunan. Video tersebut memperlihatkan aula utama beratap kaca serta struktur jaringan transportasi terpadu yang telah ditonton lebih dari 56 juta kali.