Perusahaan Teknologi China Hapus Fitur Interaksi Asisten AI
Sejumlah raksasa teknologi asal China mulai menghentikan fitur yang memungkinkan pengguna membuat dan berinteraksi dengan asisten AI kustom guna mematuhi regulasi ketat baru dari pemerintah Beijing, dilansir dari Bloombergtechnoz pada Senin (6/7/2026). Langkah penyesuaian ini diambil oleh ByteDance Ltd., Alibaba Group Holding Ltd., dan Tencent Holdings Ltd. menjelang pemberlakuan aturan pengawasan layanan AI yang menyerupai manusia pada pertengahan Juli 2026. Aplikasi chatbot terpopuler di China milik ByteDance, Doubao, bakal menonaktifkan fitur personalisasi persona AI per tanggal 15 Juli 2026 dan mengalihkan pengguna ke aplikasi pendamping yang terpisah.
Langkah serupa juga dilakukan oleh platform Qwen milik Alibaba serta Yuanbao milik Tencent menyusul kekhawatiran global terkait dampak psikologis dan ketergantungan emosional pengguna terhadap chatbot hiper-realistis.
Aturan baru yang diinisiasi Cyberspace Administration of China ini melarang platform memicu emosi ekstrem pada anak di bawah umur serta melarang penggunaan data sensitif percakapan untuk pelatihan model AI. "keintiman buatan"
Selain menyasar aplikasi perangkat lunak seperti pacar virtual atau terapis digital, pengawasan ketat pemerintah China kini resmi diperluas ke sektor perangkat keras fisik. Dua asosiasi industri robotika China mendesak pengetatan perlindungan etika seiring lonjakan komersial robot pendamping dan humanoid yang mulai merambah rumah konsumen, berdasarkan laporan People's Daily.