Chiki Fawzi Ceritakan Pengalaman Mencekam Pasca Gempa di NTT
Chiki Fawzi, musisi sekaligus aktivis kemanusiaan, baru saja menyelesaikan misi relawan di Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa besar berkekuatan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada pertengahan Agustus 2026, seperti dikutip dari Detik Hot.
Selama di lokasi bencana, Chiki menghadapi trauma akibat gempa susulan yang terjadi hampir setiap saat. Intensitas guncangan yang terus-menerus membuat situasi mencekam bagi relawan dan warga setempat.
"Gempa susulannya ada yang besar banget, ada yang kecil, tapi yang kecil itu saking seringnya gitu, jedanya cuma tiga puluh menit, lima belas menit, jadi tanah itu selalu bergetar. Kalau misalnya kita lagi duduk di lapangan, itu tuh terasa," ujar Chiki Fawzi.
Kondisi tersebut menyebabkan waktu istirahat para relawan sangat terbatas karena kewaspadaan tinggi harus dijaga sepanjang malam. Chiki mengaku sulit tidur nyenyak selama empat hari berturut-turut.
"Makanya saya tuh selama empat hari gak bisa tidur nyenyak, paling merem-merem doang, tapi pas sudah gempanya rada steady gitu ya, gempa-gempa mengganggu psikis banget," tutur Chiki.
Selain fisik, beban psikologis juga sangat terasa. Chiki harus menyaksikan kehancuran bangunan langsung, yang menjadi tantangan berat terutama saat guncangan besar datang tiba-tiba di malam hari.
"Jadi memang susah buat aku tidur malam itu karena anxious, kepikiran banget. Ya pernah ketiduran, terus bangun, terus loncat juga lagi, aku menyelamatkan diri bersama teman-temanku," jelasnya.
Kengerian semakin nyata saat bangunan di sekitar posko relawan runtuh satu per satu akibat gempa susulan dengan kekuatan signifikan.
"Kemarin sekitar enam (magnitudo) ya? Wah itu gede banget, gedung dekat tenda saya tuh rontok. Iya, tapi campur-campur ada yang tiga, ada yang empat, ada yang dua mungkin," pungkas Chiki Fawzi.
Chiki berharap proses pemulihan di NTT segera berlangsung agar masyarakat bisa membangun kembali tempat tinggal yang rusak akibat gempa tersebut.