Chelsea Integrasikan Sistem Industrial AI untuk Operasi Klub

Share

Sistem operasional internal Chelsea FC resmi mengintegrasikan teknologi Industrial AI dari perusahaan teknologi IFS mulai Senin, 6 Juli 2026 untuk otomatisasi manajemen bisnis jangka panjang. Perluasan kerja sama ini menandai peralihan peran IFS dari sponsor jersi menjadi mitra transformasi operasional klub hingga tahun 2028.

Dilansir dari erp.today, IFS memiliki rekam jejak mengelola aset kritikal sebesar 2,4 triliun dolar AS di sektor dirgantara, manufaktur, dan energi sebelum merambah dunia olahraga. Di sisi lain, manajemen Chelsea kini tengah membidik kesepakatan sponsor utama baru bernilai 40 juta poundsterling per musim demi mengisi kekosongan di bagian depan pakaian tanding mereka.

Pihak penyedia layanan memberikan penjelasan mendalam mengenai struktur kontrak yang telah disepakati oleh kedua pihak sejak awal tahun.

"IFS’s partnership with Chelsea was structured from day one to run through 2028, with the front-of-shirt sponsorship last season representing the first phase of that agreement." ujar juru bicara IFS kepada City AM.

Implementasi kecerdasan buatan ini diproyeksikan merambah infrastruktur fisik serta sistem harian klub di luar urusan administrasi kantor belakang.

"As Chelsea’s global partner from next season, our relationship with the club continues and is now expanding significantly, with IFS technology and industrial AI embedded across Chelsea’s operations as part of a long-term programme." kata pihak IFS.

Langkah pemanfaatan perangkat lunak pintar ini mendapat sambutan positif dari Chief Finance Officer Chelsea FC, Adriel Lares, guna memacu efisiensi bisnis internal.

"Advanced technology is transforming the way businesses operate and we are excited to be moving into the next phase of our partnership with IFS to realise the opportunities AI software presents." cetus Adriel Lares, CFO Chelsea FC.

Tingkat tekanan tinggi dalam tata kelola klub sepak bola elite dinilai sangat selaras dengan presisi komputasi yang ditawarkan oleh penyedia sistem, menurut pandangan pimpinan tertinggi IFS.

"performance, precision, and pressure are non-negotiable" kata Mark Moffat, CEO of IFS.

Di lingkup domestik, adaptasi iklim sepak bola modern juga tengah dipersiapkan oleh Garudayaksa FC menjelang kompetisi Liga Super Indonesia 2026/2027. Klub jawara Grup A Championship Liga 2 musim lalu ini mendatangkan alumni Garuda Select yang pernah dibina oleh legenda Chelsea, Dennis Wise, termasuk Alfriyanto Nico dan Daffa Fasya.

Dilansir dari I-League, penyerang sayap baru Garudayaksa FC, Alfriyanto Nico, menegaskan ambisinya untuk membawa tim barunya bersaing di kasta tertinggi tanah air.

"Kalau untuk target, ya pasti memberikan yang terbaik, and bisa memberikan kontribusi untuk Garudayaksa FC untuk di papan atas," kata Alfriyanto Nico, penyerang sayap Garudayaksa FC.

Pemain muda tersebut turut mengutarakan harapannya agar bisa mendapatkan kesempatan merumput secara reguler demi mengasah performa di lapangan.

"Kalau harapan, semoga bisa lebih berkembang dan diberikan menit bermain yang lebih banyak dari musim-musim sebelumnya," kata Alfriyanto Nico, penyerang sayap Garudayaksa FC.

Saat ini, jajaran pelatih Garudayaksa FC terus mematangkan komposisi tim demi mengamankan posisi papan atas pada musim kompetisi mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
farhan-dwi-ramadhan
Author