Chelsea Incar Iliman Ndiaye Setelah Arsenal Dekati Morgan Rogers
Chelsea memburu penyerang Everton, Iliman Ndiaye, setelah Arsenal memimpin perburuan untuk mengamankan tanda tangan gelandang Aston Villa, Morgan Rogers, senilai 80 juta poundsterling pada Rabu (17/6/2026).
Langkah strategis Arsenal memburu Rogers dilakukan setelah mereka menjuarai Liga Premier Inggris musim 2025/2026 demi memperkuat kedalaman lini serang. Berdasarkan laporan Sports Mole, Chelsea kini mengalihkan perhatian kepada Ndiaye sebagai opsi alternatif guna menyambut musim penuh pertama manajer Xabi Alonso di Stamford Bridge.
Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan bahwa manajemen Arsenal sedang menjajaki berbagai opsi penyerang baru di pasar transfer saat ini.
"Arsenal make initial approach for Christos Tzolis as potential new winger with contacts started on player/club side." kata Fabrizio Romano, Pakar Transfer.
Romano menambahkan bahwa pergerakan klub asal London Utara tersebut tidak berhenti pada satu nama saja untuk memperkuat skuad.
"He’s among options considered but not only one, Jeremy Monga remains separate deal for future and advancing." ujar Fabrizio Romano, Pakar Transfer.
Lebih lanjut, ia memberikan kepastian mengenai target utama yang tetap dikejar oleh manajemen Arsenal secara intensif.
"Rogers/Barcola & more remain top targets." kata Fabrizio Romano, Pakar Transfer.
Di sisi lain, gelandang serang Aston Villa, Morgan Rogers, membagikan kisahnya mengenai dinamika ketertarikan sejumlah klub elite Eropa seperti Arsenal, Chelsea, Paris Saint-Germain, dan Manchester United.
"Saat pertama kali hal itu terjadi, memang sedikit mengganggu fokus saya," ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Rogers merefleksikan perasaannya ketika menyadari banyaknya minat dari klub-klub papan atas terhadap dirinya.
"Anda berada di situasi yang asing karena tidak menyadari betapa banyak orang yang tertarik pada Anda dan Anda belum terbiasa dengan itu." kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Seiring bertambahnya kematangan dalam karier sepak bola profesionalnya, ia mulai memandang rumor transfer dengan lebih rasional.
"Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, Anda mulai paham bahwa hal seperti ini pasti akan terjadi, dan sekitar 95% dari berita itu hanyalah kebisingan," ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Pemain berusia 23 tahun tersebut menyadari bahwa spekulasi dari media massa merupakan sesuatu yang tidak dapat dielakkan.
"Anda akan mendengarnya, itu tidak bisa dihindari." kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Alih-alih terbebani, Rogers memilih untuk mengubah segala spekulasi tersebut sebagai bahan bakar performanya di lapangan.
"Anda tahu bahwa ada ketertarikan itu, tetapi ya, Anda harus menjadikannya sebagai motivasi positif," ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Fokus utamanya saat ini adalah terus berkontribusi maksimal bagi tim sebelum berlaga di Piala Dunia 2026.
"Anda hanya perlu mencoba untuk terus bermain dan tetap fokus." kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Dalam wawancara terpisah yang dilansir Sky Sports, Rogers menceritakan kembali kendala awal yang ia hadapi akibat rumor transfer.
"Rasanya pertama kali itu terjadi memang mengganggu konsentrasi saya. Anda berada di posisi tak nyaman karena tak menyadari bahwa orang-orang sangat tertarik dengan Anda dan Anda tak terlalu sadar," ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Ia menegaskan kembali kedewasaannya dalam menyaring segala berita spekulatif yang beredar di luar lapangan hijau.
"Tapi seiring menuanya Anda dan pengalaman bertambah, Anda tahu bahwa itu akan terjadi dan 95% dari kabar itu cuma kebisingan. Anda mendengarnya, itu pasti. Anda tak bisa menghindarinya." kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Rogers kembali menyampaikan pandangan serupa mengenai pemanfaatan rumor tersebut demi meningkatkan performa olahraganya.
"Anda tahu ketertarikan itu ada tapi ya harus menggunakannya dengan positif. Anda cuma bisa mencoba terus bermain dan fokus." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Ketika berbicara dengan media internasional The Rest is Football dari Netflix, sang pemain kembali menyinggung dampak awal dari rumor nilai transfer fantastisnya.
"I think when it first happens, it is," kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Ia menjabarkan realitas mentalitas yang dibutuhkan pemain muda ketika berhadapan dengan ketertarikan publik yang masif.
"You’re in an uncomfortable position because you don’t realise people are that interested in you and you’re not fully aware of it. But as you get older and you get experience, you know it’s part of the game and 95 per cent of it is just noise. You hear it, of course.
You can’t escape it. You know it’s there, but you’ve just got to use it as a positive. You just try and focus on your football and stay concentrated." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Mengenai perannya di lini tengah tim nasional Inggris, ia merasa optimistis bisa berkolaborasi dengan Jude Bellingham di bawah asuhan Thomas Tuchel.
"I think we can definitely play together," kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Hasrat besar Rogers untuk tampil bersama para pemain terbaik di skuad Tiga Singa menjadi pendorong utama ambisinya.
"I’d love to. I want to play with the best players England have got. He’s at the forefront of that and is someone I’ve always wanted to play with from a very young age, and that’s not changed now." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Rogers juga mengagumi lompatan karier signifikan yang berhasil dicapainya dalam periode yang relatif singkat.
"It’s amazing to see how far you can go in such a short space of time," kata Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Kendati demikian, ia mengingatkan diri sendiri agar tetap membumi karena persaingan keras di industri sepak bola modern.
"But you’re naive in football if you don't realise things can change so quickly. It can be a good or a bad thing, whichever way you look at it. One minute you can be something, and the next you can be gone and forgotten. That’s the harsh reality of football." ujar Morgan Rogers, Pemain Aston Villa.
Sementara itu, mantan manajer Chelsea Roberto Di Matteo mengomentari spekulasi transfer lain yang melibatkan gelandang Newcastle United, Sandro Tonali.
"If Sandro Tonali is to leave Newcastle this summer… he’s someone I like a lot." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Di Matteo memberikan pujian tinggi terhadap kapasitas serta kompetensi teknis yang dimiliki oleh pemain berkebangsaan Italia tersebut.
"I think he’s a class player." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Namun, ia mempertanyakan urgensi Chelsea mendatangkan gelandang baru mengingat komposisi skuad mereka yang sudah padat.
"I’m not sure whether Chelsea need another player in that particular department, I suppose it would depend if someone leaves." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Ia kemudian merinci deretan gelandang bertahan dan gelandang tengah berharga mahal yang kini menghuni Stamford Bridge.
"You know, they have Enzo [Fernandez], [Moises] Caicedo, Andrey Santos and Romeo Lavia." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Penambahan pemain di sektor tersebut dinilai hanya akan terjadi apabila ada pilar lama yang memutuskan hengkang.
"If one of those was to leave, then maybe." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Meskipun demikian, ia tidak menutupi ketertarikan pribadinya untuk melihat Tonali berseragam The Blues.
"I would love to see him at Chelsea." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Bagi Di Matteo, prioritas pembenahan tim asuhan Xabi Alonso semestinya diarahkan ke posisi bermain lainnya.
"But, for me, their priorities this summer should be in other areas of the pitch." ujar Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.
Ia menutup pandangannya dengan merefleksikan ketidakstabilan performa Chelsea akibat pergantian manajer musim lalu.
"It was an inconsistent season for Chelsea, which was certainly been disrupted by the managerial changes." kata Roberto Di Matteo, Mantan Manajer Chelsea.