Chelsea Dijatuhi Denda Rp206 Miliar Usai Mengaku Bersalah Pelanggaran Agen

Share

Sanksi denda sebesar 10 juta poundsterling atau sekitar Rp206 miliar dan larangan pendaftaran pemain baru yang ditangguhkan resmi dijatuhkan oleh Otoritas Sepak Bola Inggris (FA) kepada Chelsea FC pada Jumat (31/7/2026). Hukuman administrasi ini diberikan menyusul pengakuan bersalah dari pihak klub atas 74 pelanggaran regulasi agen dan perantara pemain sepanjang rentang tahun 2009 hingga 2022.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari laporan mandiri yang diajukan oleh pemilik baru klub, Todd Boehly dan Clearlake Capital, sewaktu akuisisi dari Roman Abramovich pada Mei 2022. Dari hasil investigasi internal, ditemukan adanya transaksi pembayaran terselubung senilai 47 juta poundsterling kepada pihak ketiga serta agen tak terdaftar pada periode 2011 hingga 2018, termasuk dalam skema transfer pemain bintang seperti Eden Hazard, Samuel Eto'o, dan Willian.

Komisi Regulatori independen awalnya merekomendasikan sanksi pengurangan 15 poin yang berisiko menyeret Chelsea ke jurang degradasi, sebelum akhirnya disesuaikan menjadi hukuman penalti enam poin yang ditangguhkan. Namun, Dewan Banding kemudian membatalkan pengurangan poin tersebut dan menggantinya dengan larangan pendaftaran pemain baru untuk dua jendela transfer beruntun yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027, sementara sanksi denda 10 juta poundsterling dipastikan dialokasikan penuh guna membiayai pembinaan sepak bola usia dini.

Denda akhir tersebut dipotong dari rancangan awal senilai 26 juta poundsterling lantaran klub bertindak kooperatif dan melaporkan secara mandiri, serta mempertimbangkan denda yang telah diselesaikan bersama UEFA dan Premier League. FA menegaskan bahwa seluruh langkah penegakan aturan ini diambil untuk menjaga integritas iklim kompetisi sekaligus memberikan dampak jera bagi para pelaku industri sepak bola.

"Jika klub tidak membawa masalah ini ke perhatian FA, sangat kecil kemungkinannya hal ini akan terungkap," bunyi pernyataan tertulis dari Komisi Regulatori FA.

Otoritas sepak bola Inggris tersebut juga memastikan proses penyelidikan tindak pelanggaran perorangan masih terus berlanjut.

"melanjutkan penyelidikan terhadap pelanggaran individu yang timbul dari kasus ini," tulis pernyataan resmi FA.

Keputusan final ini resmi menutup seluruh rangkaian proses administrasi dan sanksi regulasi yang membayangi manajemen klub akibat tindakan kepemilikan terdahulu.

"Sekarang proses FA telah selesai, ini membawa seluruh proses regulasi terhadap klub ke penghujung," sebut pihak klub Chelsea.

Manajemen klub mengapresiasi iktikad baik para regulator yang telah bekerja sama secara intensif sepanjang peninjauan laporan internal mereka.

"Kami berterima kasih kepada UEFA, Premier League, dan FA atas keterlibatan mereka bersama klub selama proses ini," lanjut pernyataan Chelsea.

Manajemen Chelsea mengonfirmasi bahwa penyerahan dokumen pendukung secara terbuka telah menghasilkan putusan akhir yang mengikat.

"Chelsea Football Club dengan senang hati mengonfirmasi bahwa keputusan akhir telah dicapai oleh badan peradilan FA sehubungan dengan masalah regulasi historis yang dilaporkan secara mandiri oleh klub," tulis pernyataan resmi Chelsea Football Club.

Pihak klub menekankan komitmen transparansi yang telah ditunjukkan sejak awal proses pengambilalihan manajemen.

"Pada tahun 2022, klub melaporkan sendiri potensi pelanggaran aturan historis kepada semua regulator yang berlaku. Menyusul laporan tersebut, klub telah bekerja secara terbuka dan transparan dengan semua regulator, termasuk secara sukarela dan proaktif mengungkapkan beribu-ribu dokumen," sebut pihak klub.

Langkah penyelesaian sanksi FA ini melengkapi kesepakatan damai administratif yang sebelumnya sudah dirampungkan bersama otoritas terkait lainnya.

"Seperti yang diumumkan sebelumnya, perjanjian penyelesaian telah dibuat dengan UEFA dan Premier League mengenai masalah dan topik regulasi yang dilaporkan sendiri yang telah ditangani sebelumnya. Klub dengan senang hati mengonfirmasi bahwa, sekarang proses FA telah selesai, ini membawa seluruh proses regulasi terhadap klub ke penghujung," tulis klub.

Pihak manajemen mengakhiri keterangan resminya dengan menyampaikan ucapan terima kasih atas penanganan dari lembaga peradilan terkait.

"Kami berterima kasih kepada UEFA, Premier League, dan FA atas keterlibatan mereka bersama klub selama proses ini," lanjut manajemen Chelsea.

Rincian pelanggaran yang diakui oleh pihak Chelsea diuraikan secara rinci oleh federasi dalam keputusan resminya.

"Sanksi keuangan sebesar 10 juta poundsterling dan larangan pendaftaran dua jendela transfer yang ditangguhkan telah dijatuhkan pada Chelsea FC atas pelanggaran Peraturan Agen Sepak Bola Asosiasi Sepak Bola [FA], Peraturan tentang Bekerja dengan Perantara dan Peraturan Investasi Pihak Ketiga dalam Pemain," bunyi pernyataan FA.

Federasi memaparkan lebih lanjut terkait tuduhan awal serta fokus investigasi lanjutan yang sedang berjalan.

"FA mendakwa Chelsea FC dengan 74 pelanggaran Aturan FA E1.2 setelah kepemilikannya saat ini melaporkan sendiri pelanggaran setelah pembelian klub. FA melanjutkan penyelidikan terhadap pelanggaran individu yang timbul dari kasus ini," lanjut FA.

Perjalanan putusan hukum dari Komisi Regulatori independen diuraikan secara runtut oleh federasi.

"Chelsea FC mengakui 74 pelanggaran Aturan FA E1.2 sebelum persidangan dan Komisi Regulatori independen menjatuhkan pengurangan enam poin, yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027, dan denda 10 juta poundsterling," tulis FA.

FA menjelaskan perubahan bentuk hukuman yang disepakati setelah mengajukan upaya banding formal.

"Klub mengajukan banding terhadap pengurangan poin yang ditangguhkan dan Dewan Banding independen mengabulkan banding tersebut serta mengesampingkan sanksi ini setelah persidangan lebih lanjut. Sebagai gantinya, Dewan Banding menjatuhkan larangan pendaftaran untuk dua jendela transfer lengkap dan berturut-turut yang ditangguhkan hingga 30 Juni 2027," sebut FA.

Alokasi dana denda finansial tersebut dipastikan akan digunakan untuk mendukung pengembangan olahraga tingkat dasar.

"Denda 10 juta poundsterling yang dijatuhkan oleh Komisi Regulatori tidak tunduk pada banding dan jumlah penuhnya akan diinvestasikan ke dalam sepak bola akar rumput. Alasan tertulis Komisi Regulatori dan Dewan Banding atas keputusan mereka dapat ditemukan di bawah," tutup pernyataan FA.

Rangkaian sanksi ini memicu beragam respons dari kalangan penggemar, sementara fokus skuad Chelsea di bawah asuhan manajer Xabi Alonso kini dialihkan penuh pada persiapan kompetisi mendatang.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author