Cesc Fabregas Bangun Filosofi Sepak Bola Indah Bersama Como 1907

Share

Cesc Fabregas bukan lagi sekadar nama besar yang dulu menghiasi lini tengah Arsenal, Barcelona, dan Chelsea. Kini, sang maestro asal Spanyol itu tengah merajut babak baru dalam kariernya. Seperti dikutip dari Bola, ia bertindak sebagai arsitek utama di balik layar tim Como 1907, bukan lagi menjadi pemain di atas lapangan.

Dalam wawancara eksklusif bersama The Telegraph, pria berusia 39 tahun ini berbicara tentang ambisinya mengubah klub kecil Italia tersebut menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Bagi Cesc Fabregas, misinya di Como bukan hanya soal taktik, melainkan tentang membangun sesuatu yang indah.

Como bukan klub dengan dana tak terbatas yang bisa membeli semua pemain bintang. Namun, Fabregas justru menikmati tantangan itu. Ia menerapkan filosofi sepak bola yang ia pelajari dari mentor-mentor terbaiknya, mulai dari Arsene Wenger hingga Pep Guardiola.

"Ini adalah tentang identitas. Kami ingin memainkan sepak bola yang membuat orang menikmati setiap detiknya. Jika Anda membangun sesuatu dengan fondasi yang tepat, hasil akan mengikuti," ujar Fabregas.

Fabregas sadar bahwa transisi dari lapangan ke kursi pelatih adalah ujian nyata. Namun, di Como, ia merasa memiliki ruang untuk bereksperimen dan menanamkan DNA sepak bola yang ia yakini: penguasaan bola, kreativitas, dan keberanian. Langkah ini juga menjadi perhatian saat Massimiliano Allegri dan Cesc Fabregas bertemu sebelum laga AC Milan vs Como di Liga Italia, Kamis (19/2/2026).

Meski kini berada di kasta yang lebih menantang, Fabregas tidak merasa terbebani dengan ekspektasi tinggi. Baginya, tekanan adalah bagian dari makanan sehari-hari selama belasan tahun kariernya sebagai pemain kelas dunia.

"Dulu saya dituntut untuk mencetak assist atau gol. Sekarang, saya dituntut untuk menciptakan lingkungan di mana para pemain bisa berkembang. Kepuasan melihat pemain muda tumbuh di bawah arahan saya jauh lebih memuaskan daripada gelar individu apa pun," tambah sang juru taktik.

Proyek Como di tangan Fabregas kini menjadi buah bibir di Serie A. Ia tidak hanya fokus pada tim utama, tetapi juga membangun struktur klub yang berkelanjutan. Ia ingin Como menjadi klub yang disegani bukan hanya karena prestasinya, tetapi karena bagaimana mereka menjalankan sepak bola dengan cara yang benar dan elegan.

"Kami sedang membangun sesuatu yang cantik di sini. Kami ingin fans Como bangga dengan apa yang mereka lihat di lapangan setiap akhir pekan," tegasnya.

Bagi para penggemar setia, kehadiran Cesc Fabregas di pinggir lapangan bukan sekadar nostalgia. Ini adalah babak baru di mana sang maestro tengah mentransfer kecerdasannya menjadi sebuah karya seni bernama Como.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author