Celtic Hadapi LASK Linz pada Babak Play-Off Liga Champions
Klub Skotlandia Celtic bersiap menjamu juara Austria LASK Linz dalam pertandingan leg pertama babak play-off Liga Champions di Celtic Park pada Rabu, 19 Agustus 2026. Laga ini menjadi tantangan krusial bagi Celtic untuk menembus fase grup.
Bek tengah Celtic Cameron Carter-Vickers menyatakan komitmen jangka panjangnya untuk bertahan di klub setelah pulih dari cedera Achilles yang menyebabkannya absen selama sembilan bulan. Pemain asal Amerika Serikat itu mengalami cedera pada Oktober lalu saat berlaga di Liga Eropa.
Pengalaman absen dalam jangka waktu yang lama memberikan motivasi tambahan bagi Carter-Vickers untuk mengarungi musim baru ini.
"Saya sangat bahagia di sini," kata Carter-Vickers, Bek Celtic.
Meski telah kembali bermain, ia mengaku kondisi fisiknya belum sepenuhnya mencapai tingkat optimal.
"Sejujurnya, absen begitu lama tahun lalu membuat saya merindukannya dan mungkin memberi saya sedikit motivasi ekstra untuk memasuki musim ini. Jadi, ya, saya bahagia dan sangat menantikan musim ini," ujar Carter-Vickers, Bek Celtic.
Carter-Vickers menambahkan bahwa pemulihan cedera Achilles membutuhkan waktu secara bertahap untuk mengembalikan kebugaran puncak.
"Setelah absen sekian lama, saya mungkin belum merasa fisik saya 100 persen," kata Carter-Vickers, Bek Celtic.
Ia menekankan bahwa fluktuasi kondisi fisik merupakan hal yang wajar dihadapi oleh setiap pesepak bola sepanjang musim.
"Jelas, dalam hal cedera, saya baik-baik saja, tetapi ini hanya masalah mendapatkan kembali kebugaran dan ketajaman," ujar Carter-Vickers, Bek Celtic.
Mengenai tim lawan, Carter-Vickers menilai LASK Linz sebagai skuad yang mengandalkan fisik dan atletis.
"Saya pikir khususnya dengan Achilles, apa yang dilakukannya seperti pegas. Jadi wajar jika butuh waktu untuk mendapatkan kembali satu, dua, tiga persen terakhir itu," kata Carter-Vickers, Bek Celtic.
Celtic bertekad melaju ke fase grup setelah pada musim sebelumnya terhenti di babak kualifikasi akibat kalah dari Kairat Almaty.
"Saya pikir tidak ada pemain yang pernah puas. Mereka selalu mencoba mendorong diri untuk berbuat lebih banyak dan berusaha mendapatkan lebih banyak dari diri mereka sendiri," ujar Carter-Vickers, Bek Celtic.
Di sisi lain, pelatih kepala LASK Linz Dietmar Kuhbauer menilai tekanan mental berada di pihak tuan rumah.
"Kami melihat sedikit permainan mereka hari ini, dan mereka jelas terlihat sebagai tim yang mengandalkan fisik. Banyak atlet di dalam tim, jadi ini pasti akan menjadi tantangan bagi kami dan pertandingan yang sulit," kata Carter-Vickers, Bek Celtic.
LASK mengawali musim ini dengan catatan impresif melalui empat kemenangan beruntun serta mencetak 16 gol.
"Hanya harus menghadapi apa yang ada di depan Anda," ujar Carter-Vickers, Bek Celtic.
Kuhbauer menegaskan timnya memiliki kepercayaan diri tinggi meski berstatus sebagai klub yang lebih kecil.
"Jelas semua jenis penyerang memberikan jenis masalah yang berbeda, dan terkadang yang tubuhnya besar bisa agak sulit dilawan, tetapi itu adalah sesuatu yang saya nikmati, dan saya menantikannya," kata Carter-Vickers, Bek Celtic.
Manajer Celtic Martin O'Neill menghadapi keterbatasan opsi di lini tengah menyusul kepindahan Arne Engels ke West Ham United senilai 22 juta poundsterling, cedera Alistair Johnston, serta sanksi larangan bermain untuk Alex Oxlade-Chamberlain.
"Saya pikir jika Anda melihat skuad sekarang dibandingkan dengan saat itu, Anda mungkin akan mengatakan kita berada di tempat yang sedikit lebih baik," ujar Carter-Vickers, Bek Celtic.
Meskipun demikian, O'Neill memberi kesempatan kepada Reo Hatate untuk bersaing memperebutkan posisi utama di lini tengah Celtic.
"Saya pikir perekrutan yang kami lakukan pasti langsung tancap gas dan menunjukkan kualitas mereka, jadi ya, pasti berada di tempat yang lebih baik daripada saat itu," kata Carter-Vickers, Bek Celtic.
Kiper LASK Lukas Jungwirth memanfaatkan informasi dari rekrutan baru Miguel Freckleton yang pernah mengalahkan Celtic musim lalu.
"Kami percaya pada diri kami sendiri," kata Dietmar Kuhbauer, Pelatih Kepala LASK Linz.
Sesi latihan dan persiapan taktis terus dimaksimalkan oleh kedua tim jelang laga pembuka di Glasgow tersebut.
"Celtic memiliki sedikit lebih banyak tekanan karena semua orang mengenal Celtic," ujar Dietmar Kuhbauer, Pelatih Kepala LASK Linz.
LASK berambisi meraih hasil positif di Glasgow sebelum melakoni pertandingan leg kedua di markas sendiri.
"Kami adalah klub kecil, tapi tetap klub yang bagus. Namun bagi Celtic, tekanannya lebih besar daripada kami," kata Dietmar Kuhbauer, Pelatih Kepala LASK Linz.
Kedua tim dijadwalkan kembali bertanding pada leg kedua kualifikasi di Austria pekan depan.
"Tapi saya tidak masuk ke ruang ganti dan memberi tahu para pemain bahwa mereka [Celtic] memiliki lebih banyak tekanan," ujar Dietmar Kuhbauer, Pelatih Kepala LASK Linz.
Pemenang dari agregat dua leg ini berhak mengamankan tempat di babak utama Liga Champions musim 2026-2027.
"Kami harus percaya pada diri sendiri. Kami memiliki 90 menit dan kami harus bermain di level tertinggi. Kami tidak peduli jika mereka memiliki lebih banyak tekanan," kata Dietmar Kuhbauer, Pelatih Kepala LASK Linz.
Para pemain LASK bertekad menjadikan atmosfer riuh penonton Celtic Park sebagai dorongan motivasi tambahan.
"Kami sudah berbicara dengannya karena mungkin dia tahu beberapa trik," kata Lukas Jungwirth, Kiper LASK Linz.
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung sengit mengingat pentingnya kelulusan ke fase grup bagi kedua klub.
"Dia memberi tahu kami tentang atmosfernya. Ini atmosfer yang luar biasa. Namun kita tidak boleh takut akan hal ini. Ini harus memberi kita dorongan untuk tampil lebih baik lagi," ujar Lukas Jungwirth, Kiper LASK Linz.