Catanzaro Melaju ke Final Playoff Serie B Meski Kalah dari Palermo
Klub sepak bola Catanzaro berhasil mengamankan tiket ke babak final playoff promosi Serie A setelah menyingkirkan Palermo dengan keunggulan agregat gol 3-2 pada pertandingan leg kedua semifinal di Stadion Renzo Barbera pada Rabu, 20 Mei 2026 malam waktu setempat.
Meskipun menderita kekalahan 0-2 dari tuan rumah Palermo melalui gol Joel Pohjanpalo dan Rui Modesto, skuad berjuluk I Giallorossi tersebut tetap melaju berkat modal kemenangan telak 3-0 pada pertemuan pertama di kandang sendiri.
Hasil pertandingan ini membawa Catanzaro resmi menjadi penantang Monza di partai puncak, setelah Monza lebih dulu lolos menyingkirkan Juve Stabia. Laga final playoff promosi akan digelar dalam sistem dua leg, yakni pada Minggu, 24 Mei 2026 dan Jumat, 29 Mei 2026 di markas Monza.
Dilansir dari asatunews.co.id, gol pembuka Palermo oleh Joel Pohjanpalo pada menit kedua sempat memicu protes keras dari para pemain Catanzaro yang menilai ada gangguan aktif terhadap penjaga gawang, namun wasit Matteo Marcenaro tetap mengesahkan gol tersebut setelah meninjau VAR. Setelah momen itu, Catanzaro mendominasi penguasaan bola hingga mencapai 73,9 persen dalam sisa waktu babak pertama, sementara Palermo terpaksa mengganti Peda yang cedera dengan Magnani pada menit ke-16.
Selain ketegangan di lapangan, koranmanado.co.id melaporkan pecahnya kericuhan antarsuporter di tribun kehormatan Stadion Renzo Barbera saat jeda babak pertama yang melibatkan Direktur Olahraga Catanzaro, Ciro Polito, dan sejumlah pendukung Palermo hingga mengakibatkan istri dan anak Polito dilarikan ke rumah sakit. Kekerasan tersebut juga menyebabkan ibu dari pelatih Catanzaro, Alberto Aquilani, mengalami syok berat, meskipun perwakilan suporter Palermo menyebut anak Ciro Polito yang terlebih dahulu bereaksi agresif berdasarkan rekaman video di Instagram.
Mantan pemain Palermo, Lamberto Zauli, memberikan analisisnya mengenai tensi pertandingan krusial ini sebelum laga dimulai saat diwawancarai oleh Tuttomercatoweb.
"Il Palermo per fare l'impresa e non chiudere la stagione con l'uscita di scena che, viste le premesse di inizio campionato, avrebbe tutti i crismi di una grande delusione, il Catanzaro per continuare a stupire e sfruttare il vantaggio del 3-0 dell'andata. Il Monza attende la sua sfidante per un posto in paradiso. Ogni partita va preparata dengan la massima concentrazione, se pensi al risultato dell'andata puoi essere condizionato in negativo" kata Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.
Zauli menambahkan bahwa Palermo dituntut tampil tanpa celah demi mengejar agregat gol agar bisa melaju ke babak final menghadapi Monza.
"Quando parti con un 3-0 sulle spalle la partita non ti permette di fare alcun errore. Occorre la partita perfetta, se si incanala subito nel giusto modo i rosanero possono giocarsela. Non penso che a Catanzaro pensino che sia già fatta" ujar Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.
Meskipun mengakui kekuatan lawan, Zauli menegaskan bahwa faktor dukungan suporter di Stadion Barbera memegang peranan penting bagi kebangkitan tim tuan rumah.
"Il Catanzaro ha calciatori molto forti, fa i playoff da anni e non è una sorpresa. La squadra è cresciuta nel tempo, davanti ha giocatori fortissimi, uno su tutti Iemmello. Si gioca ogni partita le suas chance. Però è ancora tutto aperto" tutur Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.
Dia juga mengingatkan bahwa target utama Palermo sejak awal kompetisi adalah promosi, sehingga kegagalan di fase ini akan menjadi pukulan telat bagi klub.
"La delusione quando non arrivi all'obiettivo c'è sempre. Penso che l'obiettivo del Palermo ad inizio stagione fosse quello di centrare la promozione. Ma eventualmente bisogna ripartire e voltare pagina, lo impone lo sport. C'è però uma partita da giocare e e il Barbera si fare sentire" tegas Lamberto Zauli, Mantan Pemain Palermo.
Pascapertandingan, penyerang Catanzaro Filippo Pittarello memberikan pernyataannya kepada DAZN mengenai keberhasilan timnya melangkah ke babak final.
"Difficile trovare le parole, l'emozione è tanta. Non abbiamo fatto in tempo a festeggiare, ma è tutto surreale, frutto dei sogni e del lavoro che ci ha portato qui. Adessen ci vediamo in finale." kata Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.
Pittarello juga menjelaskan bagaimana pelatih Alberto Aquilani mempersiapkan tim untuk menghadapi tekanan atmosfer dari pendukung tuan rumah di stadion.
"Noi attaccanti vogliamo segnare sempre, ma in una partita del genere un sacrificio del genere equivale a un gol. Non abbiamo lasciato emozioni in campo dopo l'andata. Sapevano che sarebbe stata tostissima, è andata male nei primi minuti perché sai che lo stadio si infiamma e lì devi essere bravo a stemperare gli animi. Abbiamo voluto fare la partita, e anche dopo il 2-0 abbiamo portato a casa il risultato (la finale, ndr.)" tutur Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.
Terkait keributan kecil yang terjadi di lapangan setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan, Pittarello memberikan pandangannya.
"Quello che è successo a fine partita è il brutto del calcio. Credo non sia giusto fare pubblicità su quell'episodio. Il Palermo ha vinto sul campo, il Catanzaro ha passato il turno. Non é giusto fare pubblicità su qualche scienziato che ha provato a rovinare tutto." ujar Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.
Mengenai pencapaian individunya sepanjang musim ini, Pittarello mengapresiasi kontribusi besar dari staf kepelatihan yang terus membimbing performanya.
"La mia stagione è il coronamento del lavoro di Aquilani e dello staff, di chi si é rotto le scatole per farmi lavorare cento volte sui movimenti. Spero di sbagliare sempre meno, ma andiamo avanti su questa strada." ucap Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.
Terakhir, Pittarello mengomentari kekuatan Monza yang akan menjadi lawan mereka berikutnya dalam perebutan tiket promosi.
"Troviamo una squadra fortissima, che non a caso ha fatto 76 punti. È una gara che parla da sola: si incontrano due squadre forti, con identità forti. Noi vogliamo sognare ancora, non ci costa nulla. Lo dobbiamo a tutta la gente che ci sostiene". kata Filippo Pittarello, Penyerang Catanzaro.
Di sisi lain, kegagalan melangkah ke partai puncak tidak melunturkan loyalitas sang juru taktik Palermo, Filippo Inzaghi, terhadap klub asal Sisilia tersebut. Kekecewaan akibat hasil agregat coba diredam dengan fokus pada proyek jangka panjang klub.
"Palermo per me vale il Real, resto qui per portare i rosa in serie A" kata Inzaghi, Pelatih Palermo.
Pernyataan bernada optimistis juga datang dari internal pemain setelah laga usai. Fondasi performa tim dalam pertandingan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menatap kompetisi pada musim berikutnya.
"Ripartiamo dallo spirito di gruppo visto in campo" ujar Bani, Pemain Palermo.
Evaluasi menyeluruh terhadap performa tim selama mengarungi babak playoff kini menjadi agenda terdekat manajemen, di mana skuad Palermo dijadwalkan kembali berkumpul setelah masa libur kompetisi untuk memulai persiapan musim baru.