Carlos Queiroz Mundur dari Kursi Pelatih Timnas Ghana

Share

Carlos Queiroz menyatakan mundur dari jabatannya sebagai pelatih kepala tim nasional Ghana setelah skuadnya tersingkir di babak 32 besar Piala Dunia pada Jumat, 3 Juli 2026. Keputusan pria berusia 73 tahun tersebut diambil setelah Ghana mengalami kekalahan 1-0 dari Kolombia, yang mengakhiri masa tugasnya yang berlangsung kurang dari tiga bulan bersama skuad Black Stars. Asosiasi Sepak Bola Ghana (GFA) hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi terkait kepergian Queiroz yang sebelumnya dikontrak jangka pendek untuk memimpin tim di Amerika Utara.

Sebelumnya, mantan pelatih Real Madrid ini ditunjuk pada bulan April setelah pemecatan pelatih terdahulu, Otto Addo, menyusul serangkaian kekalahan telak Ghana di laga persahabatan.

Mundurnya Queiroz diumumkan langsung oleh sang pelatih melalui sebuah pernyataan tertulis di media sosial pribadinya pascapertandingan. "Football, like life, teaches us one timeless lesson: you either win or you learn," ujar Carlos Queiroz, mantan Pelatih Kepala Ghana.

Mantan asisten manajer Manchester United itu menambahkan bahwa ia meninggalkan posisinya dengan rasa bangga atas pencapaian tim yang berhasil lolos dari fase grup. "I leave this journey with pride in what we achieved, but also with the healthy dissatisfaction of those who always wanted more. Reaching a higher level should never be the destination—it should be the beginning of even greater ambitions," kata Carlos Queiroz, mantan Pelatih Kepala Ghana.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan lingkungan sepak bola di luar lapangan demi masa depan talenta-talenta muda berbakat yang dimiliki oleh Ghana. "The future of the Black Stars will not be built only on the pitch," tutur Carlos Queiroz, mantan Pelatih Kepala Ghana. Queiroz menilai bahwa kesuksesan jangka panjang tim nasional tidak bisa hanya mengandalkan performa di atas lapangan hijau saja.

"Black Stars success must start off the field, by creating the best possible environment to prepare, protect and develop Ghana’s extraordinary football talent," ucap Carlos Queiroz, mantan Pelatih Kepala Ghana.

Di sisi lain, para pemain Ghana sempat merasakan dampak positif dari kedatangan Queiroz yang dinilai mampu mengorganisasi tim dalam waktu singkat. "Sometimes you need five months, six months for people to understand your ways," kata Jordan Ayew, Kapten Timnas Ghana kepada ESPN. Ayew menjelaskan bahwa seluruh anggota tim langsung berusaha menerapkan taktik dan instruksi yang diinginkan oleh pelatih baru tersebut.

"He came in and after a month or two we'd started implementing what he wanted. He asked us what to do, and it worked well up to some point," puji Jordan Ayew, Kapten Timnas Ghana kepada ESPN.

Selama turnamen, Ghana finis di peringkat ketiga Grup L dengan empat poin setelah menang 1-0 atas Panama, imbang 0-0 melawan Inggris, dan kalah 2-1 dari Kroasia sebelum akhirnya ditekuk Kolombia.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
kartika-dewi-anggraini
Author