Carlo Ancelotti Rombak Skuad Timnas Brasil Usai Gugur di Piala Dunia 2026
Pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti mengumumkan perombakan besar-besaran skuad Selecao usai tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah kalah 1-2 dari Norwegia. Ancelotti memastikan bakal memfokuskan regenerasi pemain muda menuju Piala Dunia 2030.
Hasil mengecewakan di Piala Dunia membuat juru taktik asal Italia tersebut mengevaluasi seluruh jalannya pertandingan. Ancelotti mengakui adanya kekeliruan keputusan taktis saat jeda hidrasi yang merusak kontrol permainan Brasil atas Norwegia.
"Saya pikir kami kehilangan kendali, padahal sebenarnya tidak," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti menegaskan komitmennya untuk tetap menangani Brasil dan memimpin proses pembangunan ulang tim secara menyeluruh. Fokus utama pembenahan difokuskan pada sektor gelandang dan pembinaan pemain di level kelompok umur.
"Kami tidak perlu meniru—kami perlu belajar di mana kami bisa berkembang. Beberapa posisi terisi dengan baik, baik di lini pertahanan maupun serangan. Kami mencari peningkatan dan perkembangan di antara para gelandang. Dan Olimpiade bisa menjadi momen krusial (untuk menemukan pemain)," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Ancelotti juga menjelaskan upaya koordinasi dengan para pelatih tim nasional kelompok umur demi mempersiapkan generasi baru. Regenerasi ini ditargetkan matang saat turnamen mendatang seperti Copa America 2028 dan Piala Dunia 2030.
"Kami berkomunikasi dengan pelatih U-15, U-17, dan U-20 untuk mengidentifikasi talenta serta memantau perkembangan mereka, memastikan mereka siap untuk Piala Dunia berikutnya. Empat tahun lalu, Rayan bermain di U-17. Sangat penting untuk melihat pembinaan pemain muda sekarang agar pada tahun 2030 kami memiliki generasi pemain lain yang berkembang seperti dia," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Pendekatan baru ini sekaligus mengubah filosofi permainan Brasil agar tidak lagi bergantung pada satu pemain bintang semata.
"Saat ini, sepak bola tidak membutuhkan satu bintang tunggal—kami perlu memperkuat konsep tim. Brasil tidak memiliki satu titik acuan saat ini, dan memang tidak memburuhkannya. Kami memiliki banyak pemain hebat. Tujuannya adalah membangun tim yang kuat dan padu," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Langkah perombakan ini memicu pemangkasan deretan pemain senior di atas usia 30 tahun dari rencana masa depan timnas. Nama-nama veteran seperti Neymar, Casemiro, dan Danilo dipastikan tidak akan dipanggil kembali ke skuad nasional.
"Saya pikir dengan Piala Dunia ini, siklus generasi pemain yang sangat penting telah berakhir. Dimulai dari Neymar. Berlanjut ke Danilo, Casemiro, semua pemain yang berusia di atas 30 tahun di Piala Dunia," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Keputusan mengakhiri masa bakti Neymar diambil secara rasional setelah sang penyerang berusia 34 tahun tersebut berjuang mengatasi cedera selama turnamen berlangsung.
"Itu adalah bagian dari perjalanan alami dari talenta hebat seperti Neymar. Sama halnya seperti pemain lain yang menyelesaikan masa-masa penting bersama tim nasional. Kami menghabiskan waktu yang singkat bersama, tetapi saya hanya punya hal-hal baik untuk dikatakan.
Dia serius, profesional, dan membantu dengan cara apa pun yang dia bisa. Sangat disayangkan dia mengalami cedera yang tidak memungkinkannya tampil 100 persen sejak laga pertama," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Meskipun penyesalan akibat kegagalan di Piala Dunia masih terasa berat, Ancelotti memilih fokus menyiapkan agenda terdekat. Komitmen tersebut membuatnya menolak tawaran melatih dari federasi sepak bola Italia.
"Federasi Sepak Bola Brasil selalu mendukung saya, terutama setelah kekalahan melawan Norwegia. Komitmen yang saya miliki adalah karena sambutan yang saya terima di sini tahun ini," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Kekalahan dari Norwegia diakui memberikan rasa sakit yang mendalam bagi Ancelotti jika dibandingkan dengan pengalamannya saat menjadi asisten pelatih Italia pada final Piala Dunia 1994.
"Ini adalah masa yang sulit untuk mencerna kekalahan ini. Saya terbiasa dengan kekalahan di level klub karena Anda bisa menuntut balas dengan cepat. Sekarang saya harus menunggu.
Terkadang saya memikirkan kekalahan ini lebih dari biasanya. Anda harus memiliki kekuatan untuk menatap masa lalu sekaligus masa depan. Setiap hari yang berlalu, saya lebih banyak memikirkan masa depan daripada masa lalu," kata Ancelotti, Pelatih Timnas Brasil.
Awal dari era baru Timnas Brasil di bawah asuhan Ancelotti akan dimulai pada September 2026 melalui laga uji coba melawan Australia dan India.