BYD Seagull Facelift Hadir dengan 5 Perubahan Signifikan dari Atto 1
Model BYD Seagull facelift yang menjadi basis dari BYD Atto 1 menghadirkan sejumlah perubahan penting yang membuatnya lebih menarik untuk pasar mobil listrik compact, terutama untuk penggunaan harian di perkotaan.
Dikutip dari Moladin, perubahan utama terlihat pada desain interior yang kini lebih minimalis. Seagull facelift menghilangkan panel instrumen digital di depan pengemudi dan hanya mengandalkan satu layar infotainment besar di tengah dasbor. Konsol tengah juga dibuat bertingkat untuk menambah ruang penyimpanan yang lebih luas dibanding Atto 1 yang masih menggunakan panel instrumen 7 inci dan layar sentuh 10,1 inci.
Dari sisi dimensi, Seagull facelift mengalami penambahan ukuran yang cukup signifikan. Panjang mobil mencapai 4.205 mm dengan wheelbase 2.650 mm, lebih panjang dan lebih luas dibanding Atto 1 Indonesia yang memiliki panjang 3.925 mm dan wheelbase 2.500 mm. Penambahan 150 mm pada jarak roda ini diperkirakan memberikan kenyamanan ruang kabin yang lebih baik, meski ada pertimbangan soal mobil yang lebih panjang saat parkir di area sempit.
Dalam hal performa, tenaga motor listrik depan Seagull facelift meningkat drastis menjadi 95 kW atau sekitar 127 tenaga kuda, dibandingkan Atto 1 yang hanya menghasilkan 55 kW dengan torsi 135 Nm. Kecepatan maksimum juga bertambah menjadi 150 km/jam, lebih tinggi dari Atto 1 yang mencapai 130 km/jam. Peningkatan tenaga ini sangat berfaedah untuk akselerasi, terutama saat memasuki jalan tol.
Perubahan lain yang mencolok adalah penggunaan ban yang lebih besar dengan ukuran 205/60 R16, menggantikan ukuran ban sebelumnya yang lebih kecil yakni 165 mm dan 175 mm. Ban lebih besar ini memberikan kestabilan berkendara yang lebih baik, walaupun bisa berdampak pada biaya perawatan yang berbeda.
Untuk baterai, Seagull facelift memakai baterai LFP dari Shaoxing FinDreams Battery, namun kapasitas dan jarak tempuh resmi belum diumumkan. Mobil ini masih mengusung sistem 400V dan belum mendukung fitur BYD Flash Charging. Sebagai perbandingan, Atto 1 Indonesia menawarkan baterai dengan kapasitas 30,08 kWh dan 38,88 kWh dengan jarak tempuh hingga 300 km dan 380 km, serta dukungan pengisian cepat DC CCS2 yang bisa mengisi 30-80 persen dalam waktu sekitar 30 menit.
Perubahan yang cukup signifikan ini menandai evolusi dari model Atto 1 dengan fokus pada kenyamanan, performa, dan desain yang lebih simpel. Walaupun belum ada kepastian kapan versi facelift ini akan masuk ke pasar Indonesia, Atto 1 yang sudah tersedia saat ini tetap menawarkan keunggulan di sisi baterai dan fitur keselamatan.