BYD M6 DM Andalkan Teknologi PHEV untuk Pangkas Konsumsi BBM MPV

Share

BYD M6 DM hadir meramaikan pasar otomotif Indonesia dengan membawa konsep kendaraan keluarga ramah lingkungan. Mobil multi-purpose vehicle (MPV) ini mengusung teknologi plug-in hybrid (PHEV) yang mengombinasikan mesin bensin 1.5L dan motor listrik berkekuatan 194 hp.

Dilansir dari Moladin, kendaraan ini dibekali baterai berkapasitas 18,3 kWh serta tangki bahan bakar berkapasitas 52 liter. Perpaduan dua sumber energi tersebut membuat mobil keluarga ini diklaim dapat menjelajah hingga jarak 1.200 km dalam kondisi baterai dan bensin terisi penuh.

Sistem elektrifikasi modern yang disematkan dirancang untuk menekan penggunaan energi agar jauh lebih efisien daripada MPV konvensional. Kehadiran motor listrik dan fitur regenerative braking diproyeksikan mampu menjaga efisiensi bahan bakar di berbagai situasi jalan.

Tingkat keiritan bahan bakar kendaraan ini sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor di lapangan. Mulai dari situasi lalu lintas, cara mengemudi, penyalaan pendingin kabin, jumlah beban yang diangkut, hingga kestabilan harga bahan bakar di tiap wilayah.

Saat melintasi jalan bebas hambatan atau rute luar kota dengan kecepatan konstan, beban kerja sistem hybrid menjadi lebih ringan. Motor listrik akan menyokong putaran mesin agar tetap berada pada kondisi optimal.

Dalam situasi ideal tersebut, konsumsi bahan bakar diperkirakan mampu menyentuh angka 22-28 km/liter sewaktu baterai aktif menyokong mesin. Skema ini membuat pengeluaran bensin untuk jarak 100 km berkisar antara Rp43 ribu hingga Rp55 ribuan, menjadikannya opsi ideal untuk perjalanan jauh.

Kondisi berbeda terjadi ketika mobil harus menghadapi kemacetan padat di area perkotaan. Dalam situasi stop and go, performa motor listrik akan mengambil alih peran secara lebih dominan ketimbang mesin bensin.

Efisiensi bahan bakar pada lalu lintas padat ini diprediksi berada pada rentang 18-22 km/liter. Bagi komuter yang menempuh jarak harian 50 km, estimasi dana yang dikeluarkan hanya berkisar Rp28 ribu sampai Rp34 ribuan.

Efisiensi Saat Beban Penuh dan Penggunaan Mode EV

Mengaktifkan penyejuk udara secara maksimal serta membawa kapasitas penumpang penuh tentu memberikan beban tambahan pada kendaraan. Namun, sistem PHEV pada mobil ini mampu meminimalkan lonjakan konsumsi bahan bakar.

Ketika kabin terisi penuh dan AC menyala terus, konsumsi bensin diperkirakan stabil pada kisaran 16-20 km/liter. Menempuh jarak sepanjang 300 km dalam kondisi ini membutuhkan biaya bensin sekitar Rp180 ribu hingga Rp230 ribuan.

Daya tarik lain dari model ini adalah opsi berkendara menggunakan mode full EV yang memiliki daya jelajah murni hingga 105 km berdasarkan standar NEDC. Pengguna dapat menekan konsumsi bensin hingga titik nol untuk mobilitas harian jarak pendek asalkan baterai diisi ulang secara rutin.

Proses pengisian daya dari 10 persen hingga 80 persen membutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan teknologi DC fast charging. Sementara itu, biaya untuk pengisian ulang daya baterai hingga kondisi penuh berkisar di angka Rp31 ribuan.

Daftar Estimasi Efisiensi dan Biaya Operasional BYD M6 DM
Kondisi Penggunaan Estimasi Konsumsi BBM Estimasi Biaya Catatan
Jalan tol / luar kota lancar 22-28 km/liter Rp43 ribu-Rp55 ribuan per 100 km Motor listrik membantu menjaga efisiensi saat cruising
Dalam kota macet 18-22 km/liter Rp28 ribu-Rp34 ribuan untuk 50 km harian Sistem hybrid lebih aktif saat stop and go
AC menyala + kabin penuh 16-20 km/liter Rp180 ribu-Rp230 ribuan untuk 300 km Tetap tergolong irit untuk MPV keluarga
Mode EV penuh Hingga 105 km tanpa bensin Charging penuh sekitar Rp31 ribuan Cocok untuk mobilitas harian jarak pendek
Pengisian DC Fast Charging 10%-80% sekitar 30 menit Biaya tergantung operator SPKLU Mendukung pengisian cepat saat perjalanan
Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
bram-adhitya-santoso
Author