BYD Indonesia Tanggapi Rumor Harga MPV M6 DM
PT BYD Motor Indonesia mengklarifikasi kabar yang beredar di media sosial mengenai rincian harga varian MPV plug-in hybrid terbaru mereka, BYD M6 DM, menyusul tingginya antusiasme konsumen pascapengenalan teknologi Dual Mode di Jakarta pada Rabu (20/5/2026).
Bocoran yang tersebar luas tersebut mencantumkan estimasi harga berkisar antara Rp310 juta hingga Rp390 juta untuk lima pilihan varian. Model yang ditawarkan meliputi tipe Classic-Standard seharga Rp310 juta, Classic-Dynamic Rp330 juta, Cross-Advanced Rp360 juta, Cross-Superior 7 Rp380 juta, hingga varian tertinggi Cross-Captain Seat 6 senilai Rp390 juta.
Manajemen pabrikan otomotif asal Tiongkok tersebut menegaskan bahwa angka-angka yang beredar di publik bukan merupakan rilis resmi dari produsen. Lonjakan kunjungan konsumen ke jaringan diler menjadi pemicu munculnya angka estimasi tersebut sebagai panduan internal bagi calon pembeli.
Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan menjelaskan bahwa diler menerima banyak permintaan pemesanan langsung dari masyarakat setelah peluncuran teknologi terbaru dua hari lalu.
"Yang terjadi adalah demand yang cukup tinggi setelah peluncuran teknologi DM kemarin dua hari lalu, itu membuat banyak kunjungan ke showroom-showroom kita, mereka ingin melihat-lihat, bahkan ingin langsung memesan kendaraan tersebut," ungkap Luther kepada wartawan seperti dilansir dari oto.detik.com.
Lonjakan minat ini mendorong manajemen internal berkoordinasi dengan jaringan penjualan guna merumuskan kisaran angka acuan bagi konsumen.
"(Melihat antusiasme konsumen yang tinggi) untuk itu kami melakukan internal koordinasi dengan jaringan penjualan untuk mengenalkan indication price atau harga estimasi, sehingga memberikan informasi yang cukup relevan kepada kustomer untuk melakukan order. Nah yang disayangkan, indication price-nya terinfo ke publik," sambung Luther.
Pihak produsen menyatakan bahwa nominal tersebut disiapkan agar jarak harga resmi nantinya tidak terpaut jauh dari estimasi awal demi menjaga kepastian konsumen.
"Itu bukanlah official harga yang akan BYD keluarkan secara resmi. Itu hanya berupa indication price yang kami sampaikan ke jaringan penjualan sebagai acuan, bahwa indication price harusnya tidak jauh lebih ke atas atau mungkin juga ke bawah. Mudah-mudahan konsumen lebih confident untuk memutuskan, karena biasanya ini menyangkut kebutuhan yang ingin sesegera mungkin mendapatkan kendaraan, sehingga mau melakukan booking di awal," tukas Luther.
Langkah BYD memperkenalkan sistem penggerak Dual Mode (DM) ini didasarkan pada optimisme terhadap tren mobilitas kendaraan energi baru atau New Energy Vehicles (NEV) di pasar domestik.
Vice President of BYD Co., Ltd. General Manager of BYD Asia Pacific Auto Sales Division, Liu Xueliang menekankan pentingnya aspek kebermanfaatan inovasi teknologi langsung bagi masyarakat luas.
"Lewat teknologi Dual Mode, Kami ingin menghadirkan solusi transisi energi yang lebih fleksibel, efisien, yang mudah diakses masyarakat luas. Kami percaya kehadiran teknologi ini akan mencatatkan sejarah baru dalam percepatan NEV di Indonesia,” ujar Liu Xueliang seperti dilansir dari medcom.id.
Sistem Dual Mode yang dibawa oleh produsen ini memadukan konsep EV dan Hybrid dengan pendekatan Electric-First. Pabrikan membagi teknologi ini ke dalam tiga kategori fungsional, yakni DM-i (Dual Mode Intelligent) untuk efisiensi perkotaan, DM-p (Dual Mode Powerful) untuk performa dinamis, serta DMO (Dual Mode Off-road) untuk kestabilan torsi di medan berat.
Melalui filosofi G.A.S.S (Gesit, Andal, Senyap, Super Irit), pengujian internal mengklaim efisiensi konsumsi bahan bakar sistem ini mampu menyentuh angka 65 kilometer per liter. Gabungan daya listrik dan bensin penuh juga diklaim dapat menembus jarak tempuh total melampaui 1.800 kilometer.