BYD Atto 3 Tawarkan Pilihan Varian SUV Listrik dengan Fitur Lengkap

Share

Minat terhadap SUV listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Salah satu model yang paling sering dibahas di segmen ini adalah BYD Atto 3, yang menawarkan kombinasi menarik antara jarak tempuh, teknologi, dan kenyamanan.

Dikutip dari Moladin, BYD Atto 3 dipasarkan di Indonesia dengan kisaran harga On The Road (OTR) wilayah Jakarta sekitar Rp390 jutaan hingga Rp520 jutaan per Juni 2026. Penyesuaian harga dan varian ini dipengaruhi oleh kapasitas baterai, kelengkapan fitur keselamatan, serta teknologi pendukung berkendara.

Untuk wilayah Jakarta, rincian harga OTR bagi setiap varian terdiri dari tipe Advanced (Standard Range) seharga Rp390.000.000, tipe Advanced Plus seharga Rp415.000.000, dan tipe Superior (Extended Range) senilai Rp520.000.000.

BYD Atto 3 hadir dalam tiga varian utama yang dibedakan berdasarkan kapasitas baterai, jarak tempuh, desain eksterior, fitur kenyamanan interior, hingga kelengkapan sistem keselamatan berkendara (ADAS).

Pada sektor performa, varian Advanced dan Advanced Plus dibekali baterai berkapasitas 49,92 kWh dengan jarak tempuh hingga sekitar 410 km berdasarkan standar NEDC. Akselerasi dari 0 hingga 100 km/jam pada kedua tipe ini dicatat dalam waktu sekitar 7,9 detik.

Sementara itu, varian Superior didukung oleh baterai yang lebih besar, yakni 60,48 kWh, yang memungkinkan jangkauan hingga sekitar 480 km. Akselerasi varian tertinggi ini sedikit lebih responsif, dengan catatan 0–100 km/jam dalam waktu sekitar 7,3 detik.

Beralih ke bagian eksterior, tipe Advanced menggunakan velg alloy berukuran 17 inci dengan profil ban 215/70 R17. Varian Advanced Plus naik kelas menggunakan velg alloy 18 inci, sedangkan tipe Superior tetap memakai velg 18 inci yang dilengkapi tambahan roof rails dan kaca privasi.

Di dalam kabin, Advanced dibekali layar sentuh 12,8 inci dengan fitur rotasi serta sistem audio 6 speaker. Advanced Plus mengusung layar lebih besar berukuran 15,6 inci, tambahan wireless charging di bagian depan, serta fitur power tailgate.

Pada tipe Superior, seluruh keunggulan Advanced Plus tetap dipertahankan namun mendapatkan peningkatan berupa sistem audio premium Dynaudio 8 speaker. Selain itu, terdapat fitur kenyamanan ekstra berupa ventilasi dan pemanas pada jok depan.

Untuk aspek keselamatan, varian Advanced sudah dilengkapi dengan 7 airbag, kamera 360 derajat, serta sensor parkir. Adapun Advanced Plus dan Superior dibekali paket Advanced Driver Assistance Systems (ADAS) yang lebih lengkap.

Paket ADAS tersebut mencakup Adaptive Cruise Control dengan fungsi Stop & Go, Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), hingga Blind Spot Detection (BSD) untuk meningkatkan keamanan berkendara.

Spesifikasi Teknis dan Fitur Varian BYD Atto 3 per Juni 2026
Aspek Advanced Advanced Plus Superior (Extended Range)
Baterai 49,92 kWh 49,92 kWh 60,48 kWh
Jarak Tempuh (NEDC) ±410 km ±410 km ±480 km
Akselerasi 0–100 km/jam ±7,9 detik ±7,9 detik ±7,3 detik
Velg 17 inci (215/70 R17) 18 inci 18 inci
Roof Rail & Privacy Glass Tidak ada Tidak ada Ada
Layar Infotainment 12,8 inci (rotasi) 15,6 inci 15,6 inci
Wireless Charging Tidak ada Ada Ada
Power Tailgate Tidak ada Ada Ada
Audio System 6 speaker 6 speaker 8 speaker (Dynaudio)
Kenyamanan Jok Standar Standar Ventilasi + pemanas
Keselamatan (ADAS) 7 airbag, kamera 360, sensor parkir ADAS lengkap ADAS lengkap + fitur sama dengan Plus

Ketahanan Baterai dan Biaya Operasional

BYD Atto 3 mengandalkan teknologi baterai Blade LFP yang memiliki umur pakai sekitar 1.500 hingga 3.000 siklus pengisian daya. Dengan asumsi satu kali pengisian penuh dapat menempuh 400 km, baterai ini menawarkan daya tahan yang panjang.

Jika pemakaian kendaraan mencapai rata-rata 18.000 km per tahun, baterai pada skema konservatif dapat bertahan hingga 600.000 km. Sementara pada kondisi optimal, ketahanannya dapat mencapai sekitar 1.200.000 km, atau setara dengan masa pakai 10 hingga 15 tahun di Indonesia.

Dari sisi perawatan, mobil listrik tidak memerlukan penggantian oli mesin sehingga biaya berkala menjadi lebih efisien. Estimasi biaya servis ringan berkisar antara Rp1,5 juta hingga Rp3 juta per tahun, ditambah pemeriksaan sistem kelistrikan sebesar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Komponen seperti kampas rem juga memiliki usia pakai lebih panjang berkat teknologi regenerative braking, yang biasanya diganti setiap 40.000 hingga 60.000 km. Sementara kebutuhan penggantian satu set ban berada di kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta untuk masa pakai 3–4 tahun.

Secara total, akumulasi biaya perawatan rutin dan penggantian ban selama 5 tahun diperkirakan berkisar antara Rp11 juta hingga Rp21 juta. Angka operasional tersebut belum mencakup biaya konsumsi daya listrik harian.

Untuk kebutuhan energi, konsumsi rata-rata BYD Atto 3 berkisar 5–6 km per kWh. Berdasarkan jarak tempuh 18.000 km per tahun, total daya listrik yang dibutuhkan adalah sekitar 3.000 hingga 3.600 kWh.

Dengan tarif listrik sekitar Rp1.500 per kWh, estimasi biaya pengisian daya tahunan berada di kisaran Rp4,5 juta hingga Rp5,4 juta. Penghematan biaya energi dan perawatan minim ini menjadikan total biaya kepemilikan SUV listrik ini cukup kompetitif.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
nadia-fitria-ramadhani
Author