Bunga Zaenal Soroti Kenaikan Harga Cabai Rawit Melonjak Rp 110 Ribu per Kilogram
Aktris Bunga Zaenal ikut menyoroti kenaikan harga bahan pangan yang belakangan menjadi keluhan banyak masyarakat. Keresahan tersebut muncul di tengah harga cabai yang melonjak hingga Rp 110 ribu per kilogram.
Melalui unggahannya di Threads, seperti dikutip dari Detik Food, Bunga mengaku mengetahui kondisi tersebut karena kerap berbelanja sendiri di pasar modern dan berbincang langsung dengan para pedagang. Ia tidak hanya menyampaikan keresahan pribadi, tetapi juga berusaha menyuarakan keluhan para penjual yang terdampak kenaikan harga bahan pokok.
"Gue di sini bukan mewakilkan diri sendiri, tapi membantu mewakilkan suara mereka walaupun gue bukan wakil rakyat," tulis Bunga Zaenal.
Menurutnya, kenaikan nilai tukar dolar turut berdampak pada harga sejumlah bahan kebutuhan sehari-hari. Kondisi ini membuat harga berbagai komoditas pangan ikut merangkak naik dan menjadi beban bagi masyarakat maupun pelaku usaha kuliner.
Sebagai respons terhadap tingginya harga cabai, Bunga kembali menyoroti tanaman cabai yang ia tanam sendiri di pekarangan rumah. Ia bahkan memperlihatkan hasil tanamannya yang tumbuh subur dengan cabai rawit berwarna hijau dan sebagian mulai memerah.
"Semua naik, nggak boleh ngeluh. Bolehnya disuruh putar otak. Sini gue kasih lihat pohon cabai gue biar viral," ujarnya pada video TikTok (31/5).
Bunga mengungkapkan bahwa harga cabai saat ini telah mencapai Rp 110.000 per kilogram. Karena itu, ia merasa menanam cabai sendiri bisa menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga, meski tidak sepenuhnya menyelesaikan persoalan harga pangan yang terus meningkat.
Meski dikenal sebagai publik figur yang kerap tampil glamor, Bunga menegaskan bahwa kenaikan harga bahan pokok dirasakan oleh semua kalangan tanpa terkecuali.
"Jangan bawa-bawa tas mahal gue, semua rakyat sama. Kalau bahan-bahan naik ya kita teriak," tulisnya.
Selain mengeluhkan tingginya harga kebutuhan dapur, Bunga juga mengaku khawatir terhadap nasib pedagang makanan skala kecil. Menurutnya, para pelaku usaha kuliner akan semakin kesulitan menjalankan bisnis jika harga bahan baku terus naik tanpa adanya kestabilan.
"Gimana semuanya mau jualan kalau semua bahan pada naik? Jangan biasakan bahan-bahan naik, ya gimana caranya bikin stabil," ungkapnya.
Sebagai seorang ibu rumah tangga yang turut mengatur kebutuhan keluarga sehari-hari, Bunga mengaku ikut merasakan dampak dari lonjakan harga pangan tersebut.
"Because gue juga ibu rumah tangga, gue juga kesel semuanya pada naik," tutupnya.