Bulan Menjauh dari Bumi 3,8 Sentimeter Tiap Tahun
Jarak orbit Bulan tercatat kian menjauhi Bumi dengan kecepatan rata-rata 3,8 sentimeter per tahun akibat interaksi gaya pasang surut dan tarikan gravitasi kedua objek antariksa tersebut.
Data presisi mengenai dinamika orbit ini dihitung menggunakan Lunar Laser Ranging Experiment melalui perangkat pemantul cahaya laser yang ditaruh astronaut misi Apollo sejak dekade 1960-an.
Menurut laporan Space.com, gaya gravitasi Bulan menarik lautan Bumi sehingga membentuk tonjolan pasang yang memberikan momentum tambahan bagi Bulan untuk bergeser ke lintasan orbit yang lebih jauh.
Pergeseran orbit satelit alami tersebut memicu transfer momentum yang memperlambat laju putaran rotasi Bumi, meski perubahannya hanya berkisar 0,00000001 persen per tahun dari jarak rata-rata 384.400 hingga 385.000 kilometer.
Bukti paleontologi cangkang kerang fosil menunjukkan durasi satu hari pada 70 juta tahun lalu hanya berlangsung 23,5 jam, berbeda dibandingkan kondisi saat Bulan baru terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun silam.
Laporan IFL Science menjelaskan bahwa pertambahan jarak ini secara bertahap memperkecil ukuran piringan Bulan di langit, sehingga meniadakan fenomena Gerhana Matahari Total pada masa mendatang.
"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total akan berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan menyaksikan keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," kata ilmuwan NASA, Richard Vondrak, pada 2017.
Setelah fase ratusan juta tahun tersebut berakhir, peristiwa perlintasan orbit satelit Bumi ini diproyeksikan hanya akan menghasilkan fenomena Gerhana Matahari Cincin.