BSI Rangkul Ratusan PIHK Sediakan Layanan Haji Terintegrasi
Penumpukan antrean keberangkatan ke Tanah Suci mendorong penguatan ekosistem haji nasional melalui integrasi layanan perbankan syariah dan penyelenggara resmi. Sebagaimana dilansir dari Detik Finance, langkah strategis ini diambil untuk mempermudah perencanaan ibadah masyarakat.
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) dengan dukungan Danantara Indonesia resmi menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama ratusan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).
Kemitraan ini ditujukan untuk menghadirkan solusi layanan haji terintegrasi yang lebih mudah diakses, terarah, serta menjamin kepastian perencanaan jamaah sesuai prinsip syariah.
Langkah kolaborasi tersebut menjadi jawaban atas melonjaknya masa tunggu ibadah haji di Indonesia yang terus memanjang dari tahun ke tahun.
Data menunjukkan antrean haji reguler nasional saat ini telah menembus sekitar 5,45 juta jemaah dengan rata-rata masa tunggu berkisar antara 26 hingga 29 tahun.
Di sisi lain, jumlah antrean pada segmen haji khusus telah mencapai kisaran 149 ribu jamaah dengan durasi masa tunggu menembus 9 tahun.
"Ketika masa tunggu haji khusus telah mencapai sembilan tahun, masyarakat perlu mempersiapkan perjalanan hajinya jauh lebih awal. BSI berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan haji dan menjadi mitra yang membantu masyarakat merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci dengan lebih baik, terarah, dan sesuai prinsip syariah," ujar Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy dalam keterangan tertulis, Selasa (11/8/2026).
Melalui sinergi bersama ratusan PIHK, BSI menghubungkan calon jamaah secara langsung dengan penyelenggara ibadah haji yang terpercaya.
Integrasi ini memadukan keunggulan jaringan serta layanan perbankan syariah milik BSI dengan pengalaman operasional PIHK dalam memberangkatkan jemaah.
Alhasil, calon jamaah dapat memperoleh akses pembiayaan dan pendampingan layanan yang komprehensif mulai dari tahap awal perencanaan hingga jadwal keberangkatan.
"PIHK memiliki kedekatan dengan calon jamaah dan memahami kebutuhan mereka secara langsung. Karena itu, kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pengalaman layanan haji yang lebih terintegrasi, memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan keberangkatan ke Tanah Suci," tutur Erwan.
Kerja sama luas ini menjadi bagian dari upaya BSI dalam mendampingi seluruh tahapan perjalanan spiritual masyarakat Indonesia menuju Tanah Suci.
Langkah ini sekaligus memperluas jangkauan akses terhadap layanan keuangan syariah yang mampu memberikan nilai tambah serta manfaat berkelanjutan bagi para calon jamaah.
Sebagai institusi perbankan syariah terbesar di tanah air, BSI memegang peranan yang sangat penting dalam ekosistem penyelenggaraan haji nasional.
BSI saat ini bertindak sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan porsi penerimaan setoran haji reguler paling dominan di Indonesia.
"Sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, BSI memiliki posisi strategis dalam ekosistem haji nasional. Saat ini BSI merupakan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dengan pangsa penerimaan setoran haji reguler terbesar di Indonesia, mencapai sekitar 83%. Sementara pada segmen haji khusus, BSI menguasai pangsa sekitar 35,40%. Bagi BSI, penguatan ekosistem haji merupakan bagian dari komitmen untuk semakin dekat dengan kebutuhan spiritual dan finansial masyarakat Indonesia," ungkapnya.
"Dengan dukungan layanan perbankan syariah yang komprehensif serta jaringan mitra yang terus berkembang, BSI ingin memastikan bahwa perjalanan menuju Tanah Suci dapat dipersiapkan dengan lebih baik, lebih terarah, dan lebih pasti," tutupnya.