BRIN Temukan Ikan Gobi Udang Spesies Baru di Banyuwangi
Kekayaan hayati laut Indonesia kembali bertambah setelah tim peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengidentifikasi spesies baru ikan gobi udang di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, dilansir dari Detik iNET.
Spesies baru tersebut diberi nama ilmiah Tomiyamichthys oriens (T. oriens). Penamaan tersebut terinspirasi dari julukan Kabupaten Banyuwangi sebagai Sunrise of Java.
Temuan ini resmi dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 tahun 2026. Laporan riset tersebut terbit melalui artikel bertajuk 'Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia'.
Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Kunto Wibowo, menjelaskan bahwa timnya menerapkan pendekatan taksonomi integratif untuk memastikan keabsahan temuan ini.
"Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," ujar Kunto seperti dikutip dari keterangan resmi BRIN.
Secara etimologi, kata oriens diambil dari bahasa Latin yang bermakna timur atau Matahari terbit. Nama ini dipilih guna mengabadikan lokasi asal penemuan spesimen tersebut.
"Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar," jelas Kunto.
Secara fisik, Tomiyamichthys oriens menampilkan kombinasi ciri khas yang membedakannya dari kerabat dekatnya. Perbedaan mendasar terlihat pada pola warna tubuh, bentuk sirip, susunan sisik, hingga profil genetiknya.
Ikan gobi udang dikenal memiliki pola simbiosis mutualisme dengan udang pistol dari famili Alpheidae. Dalam relasi ini, udang bertugas menggali liang di dasar berpasir atau berlumpur, sementara ikan gobi berperan mengawasi lingkungan dari ancaman predator.
Hingga saat ini, pemetaan keberadaan T. oriens masih terbatas di kawasan pesisir Banyuwangi pada ekosistem dasar berpasir. Berdasarkan informasi nelayan lokal, fauna ini mendiami area perairan dangkal, meski hubungan ekologisnya dengan udang setempat masih memerlukan penelitian susulan.