BRI Gandeng Syailendra Capital Perluas Reksa Dana Syariah lewat BRImo
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas jangkauan investasi syariah melalui kolaborasi strategis distribusi produk reksa dana bersama Syailendra Capital. Kerja sama resmi ini disepakati di Kantor Pusat BRI, Jakarta, pada Rabu, 20 Mei 2026, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz.
Sinergi tersebut memfasilitasi masyarakat untuk mengakses produk investasi reksa dana besutan Syailendra Capital secara digital. Layanan investasi berbasis syariah ini sekarang sudah terintegrasi ke dalam aplikasi superapps BRImo serta seluruh jaringan kantor cabang BRI.
Ekosistem kekayaan ini menyasar pertumbuhan peminat instrumen keuangan syariah, khususnya bagi kalangan investor ritel di berbagai wilayah Indonesia. Kerja sama ini memadukan luasnya jaringan distribusi perbankan milik BRI dengan keahlian manajer investasi dari pihak Syailendra Capital.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menjelaskan bahwa kemitraan strategis ini merupakan bagian dari langkah efisiensi dan perwujudan solusi finansial yang adaptif bagi nasabah modern.
"Bagi BRI, kerja sama ini memperkuat ekosistem layanan wealth management BRI sekaligus penyedia solusi keuangan terintegrasi yang relevan dengan kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Melalui sinergi dengan Syailendra Capital, kami ingin menghadirkan akses investasi reksa dana yang semakin mudah dijangkau dan terpercaya, termasuk produk investasi berbasis syariah yang semakin diminati masyarakat," ujar Aris Hartanto, Direktur Consumer Banking BRI.
Ekspansi tersebut, menurut Aris, didorong oleh peningkatan tren permintaan pasar domestik terhadap instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip hukum Islam. Program ini juga dirancang untuk mempercepat indeks literasi dan inklusi keuangan syariah nasional.
Dua produk reksa dana syariah yang menjadi komoditas utama dalam jalur distribusi ini adalah Syailendra Sharia Money Market Fund (SSMMF) dan Syailendra Sharia Fixed Income Fund (SSFIF). Keduanya menawarkan fleksibilitas modal awal yang rendah bagi pemula.
Produk SSMMF bergerak pada instrumen pasar uang dan obligasi syariah dengan masa jatuh tempo di bawah satu tahun demi menjaga likuiditas yang tinggi. Per 30 April 2026, instrumen rendah risiko ini mencatatkan imbal hasil tahunan sebesar 4,99 persen dengan batas investasi minimal Rp50.000.
Sementara itu, produk SSFIF mengalokasikan dana secara aktif pada sukuk korporasi berperingkat minimal A untuk memitigasi risiko kredit jangka menengah hingga panjang. Hingga 30 April 2026, produk pendapatan tetap syariah dengan investasi minimal Rp10.000 ini membukukan imbal hasil satu tahun mencapai 7,58 persen.