BRI Meluncurkan KPR Solusi untuk Permudah Pembiayaan Properti
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI meluncurkan inovasi pembiayaan terbaru melalui program BRI KPR Solusi. Langkah ini diambil guna mempermudah masyarakat dalam memiliki properti, baik melalui jalur aset lelang maupun nonlelang, dengan skema pembiayaan yang fleksibel.
Program ini menjadi bagian dari strategi korporasi untuk memperluas akses kredit hunian yang terjangkau di tengah melonjaknya kebutuhan papan. Seperti dilansir dari Bloombergtechnoz, masyarakat di seluruh Indonesia dapat mengakses program ini hingga batas waktu 30 Juni 2026.
Jenis properti yang dapat dibiayai melalui fasilitas ini mencakup rumah tinggal, apartemen, ruko, hingga rukan. Keberadaan program ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memanfaatkan aset lelang sebagai alternatif investasi properti yang aman.
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto menjelaskan bahwa program ini menjadi wujud komitmen nyata dalam memberikan solusi keuangan yang adaptif bagi masyarakat.
"BRI terus menghadirkan solusi pembiayaan yang adaptif dan kompetitif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, termasuk dalam kepemilikan properti. Melalui BRI KPR Solusi, kami ingin memberikan kemudahan akses pembiayaan dengan proses yang terpercaya, pilihan tenor yang fleksibel, serta suku bunga menarik sehingga masyarakat dapat memiliki hunian maupun aset properti dengan lebih mudah," ujar Aris Hartanto.
Akses pembiayaan yang terjangkau dinilai menjadi faktor krusial yang mendorong masyarakat untuk membeli properti. BRI menyasar beberapa kelompok nasabah spesifik, seperti segmen Layanan Nasabah Prima, peserta payroll mitra BRI, dan internal karyawan BRI Group.
BRI KPR Solusi menawarkan daya tarik utama berupa pilihan skema suku bunga tetap (fixed) dan mengambang (floating). Kepastian bunga di awal kredit ini diharapkan dapat membantu perencanaan keuangan jangka panjang nasabah secara lebih matang.
Bagi segmen khusus seperti Nasabah Prima dan peserta payroll mitra, tersedia opsi bunga fixed mulai 2,50 persen untuk tahun pertama dengan minimal tenor tiga tahun. Opsi lain adalah bunga fixed 3,45 persen untuk tiga tahun pertama dengan jangka waktu kredit minimal sepuluh tahun.
Nasabah juga bisa memilih suku bunga fixed 3,55 persen selama lima tahun dengan ketentuan minimum tenor lima belas tahun sebelum nantinya mengikuti counter rate. Selain itu, tersedia skema bunga berjenjang dengan jangka waktu pinjaman hingga 20 tahun untuk mengamankan arus kas nasabah.
Prosedur Pengajuan dan Rincian Biaya
Kemudahan pengajuan juga didukung oleh transparansi informasi aset lelang yang dapat dipantau langsung melalui situs resmi infolelang.bri.co.id. Melalui platform tersebut, calon pembeli dapat mencari properti idaman yang aman sebelum mengajukan kredit.
Terkait rincian biaya, BRI menetapkan biaya provisi mulai dari 0,5 persen dari total plafon kredit yang dikucurkan. Sementara untuk biaya administrasi dipatok mulai dari Rp500 ribu atau setara 0,1 persen dari nilai plafon yang disetujui bank.
Ketentuan uang muka tetap menyesuaikan dengan regulasi pembiayaan yang berlaku berdasarkan jenis properti serta profil pemohon. BRI juga memberlakukan penalti sebesar 2,5 persen untuk pelunasan sebagian, dan 5 persen untuk pelunasan penuh sebelum masa kontrak berakhir.
Sektor properti dipandang memiliki peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi nasional karena melibatkan banyak industri turunan, mulai dari konstruksi hingga jasa logistik. Melalui program ini, ekosistem properti nasional diharapkan dapat bergerak lebih progresif.
Aris Hartanto menyatakan optimisme korporasi terhadap dampak positif dari peluncuran program pembiayaan ini bagi pergerakan pasar properti.
"BRI optimistis program BRI KPR Solusi dapat menjadi alternatif pembiayaan properti yang menarik bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan sektor properti nasional. Melalui program ini, BRI terus berupaya menghadirkan layanan finansial yang inklusif dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mewujudkan kepemilikan properti impian," kata Aris Hartanto.