BPDP Kemenkeu Buka Lomba Riset Mahasiswa 2026 Berhadiah Rp 110 Juta
Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan resmi membuka pendaftaran Lomba Riset Tingkat Mahasiswa 2026, dilansir dari Detikcom. Ajang ini diselenggarakan untuk mengasah serta meningkatkan kemampuan mahasiswa di bidang sains dan teknologi. Kompetisi ini dapat diikuti oleh seluruh mahasiswa aktif jenjang diploma maupun sarjana dari perguruan tinggi di Indonesia.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp 110 juta, dengan apresiasi untuk ide terbaik mencapai Rp 50 juta. Berdasarkan informasi dari akun Instagram resmi @bpdp.id, terdapat beberapa fokus topik penelitian yang diprioritaskan dalam kompetisi ini. Riset yang diajukan wajib memiliki relevansi tinggi dengan komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa, khususnya pada aspek peningkatan produktivitas, keberlanjutan, atau penciptaan produk baru.
Bidang-bidang prioritas yang disediakan meliputi biomaterial dan oleokimia, serta pangan, pakan, dan kesehatan. Selain itu, peserta juga dapat mengajukan topik terkait lahan, tanah, dan budidaya, pasca panen dan pengolahan, pengolahan limbah dan lingkungan, hingga sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan TIK.
Manfaat dan Fasilitas bagi Peserta
Mahasiswa yang lolos dan menjadi peserta lomba akan memperoleh berbagai keuntungan finansial maupun akademis. BPDP Kemenkeu menyediakan pendanaan riset khusus bagi proposal terbaik guna merealisasikan proses penelitian.
Selama penelitian berjalan, peserta akan mendapatkan bimbingan langsung dari tim ahli periset. Pemenang juga berkesempatan mempublikasikan hasil penelitian di jurnal dan forum ilmiah, serta memperluas jaringan dengan peneliti dari kampus lain.
Syarat Pendaftaran dan Kriteria Proposal
Setiap kelompok peserta terdiri dari 3 hingga 5 mahasiswa aktif tingkat Sarjana atau Diploma, didampingi oleh 1 dosen pembimbing. Peserta wajib melampirkan Surat Keterangan Mahasiswa Aktif untuk membuktikan tidak sedang terancam drop out (DO), serta memperoleh lembar pengesahan proposal resmi dari perguruan tinggi.
Proposal yang diajukan harus berupa riset baru yang belum pernah berjalan maupun dibiayai oleh lembaga lain, dibuktikan melalui Surat Pernyataan Ketua Peneliti. Seluruh berkas pendaftaran bertanda tangan harus diunggah dalam bentuk dokumen asli atau hasil pindaian berwarna, termasuk penggunaan e-materai resmi.