Borneo FC dan Persib Bandung Hadapi Tantangan Berat di ASEAN Club Championship
Dua klub perwakilan Indonesia, Borneo FC Samarinda dan Persib Bandung, dipastikan menghadapi kompetisi regional yang sengit setelah hasil undian fase grup ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027 diumumkan di Jakarta pada Jumat, 5 Juni 2026.
Turnamen antarklub Asia Tenggara edisi ketiga ini memperluas jumlah peserta dari 14 menjadi 16 klub dan memperkenalkan babak perempat final, sehingga total pertandingan meningkat menjadi 56 laga yang akan bergulir mulai September 2026 hingga Juni 2027.
Berdasarkan hasil undian, Borneo FC tergabung di Grup A bersama juara bertahan Buriram United, Ratchaburi FC, Kuching City, Tampines Rovers, juara Piala Vietnam, serta pemenang play-off 1 antara Kasuka FC dan Manila Digger.
Pertemuan kembali dengan Buriram United menjadi sorotan utama bagi kubu Pesut Etam mengingat klub asal Thailand tersebut pernah mengalahkan mereka dengan skor telak 0-4 pada musim 2024/2025.
Gelandang muda Borneo FC, Rivaldo Pakpahan, menyambut hasil undian dan tantangan jadwal padat di empat kompetisi musim depan dengan antusiasme tinggi untuk mematangkan skuadnya.
"Ya kalau untuk melihat hal itu ya bagus sih, karena kita sebelumnya di AFF yang sebelumnya kita udah pernah ketemu mereka ya, tapi kita belum mendapatkan hasil yang bagus," ujar Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Rivaldo memandang pertemuan ulang ini sebagai peluang berharga bagi evaluasi internal tim.
"Mungkin ini sebagai batu loncatan kita, acuan kita ya untuk lebih matang lagi untuk mempersiapkan lawan Buriram nantinya," tambah Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Ia juga menilai jadwal yang padat di berbagai kompetisi domestik dan regional akan memberikan dampak positif bagi pembentukan mental bertanding para pemain muda.
"Pasti bagus toh, maksudnya lawan bagus, kita juga dapat pengalaman bagus, banyak turnamen bikin saya sebagai pemain muda, mental jadi lebih kuat dan lebih dewasa lagi," kata Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Meskipun menyadari beratnya persaingan, ia tetap memelihara asa tertinggi untuk meraih prestasi maksimal di semua ajang.
"Kalau mungkin untuk main di empat kompetisi musim depan ya pasti ada target sendiri," sambung Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Manajemen tim juga diisyaratkan perlu melakukan langkah taktis guna menjaga stabilitas kebugaran seluruh anggota tim.
"Ya, kalau bisa juara empat-empatnya kenapa nggak kan? Tapi ya kita harus kembali lagi realistis ya, kita harus lebih tenang, fokus aja, mengikuti alurnya aja gitu," ucap Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Rivaldo menyarankan pentingnya rotasi pemain demi mengantisipasi kelelahan fisik akibat jadwal bertanding yang berdekatan.
"Ya kalau Tuhan kasih kita juara ya pasti dapat hasil yang bagus gitu," lanjut Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Ia meyakini bahwa manajemen klub telah mempertimbangkan opsi penambahan pemain baru untuk memperdalam komposisi skuad.
"Kalau menurut saya sendiri ya pasti. Karena padatnya jadwal kompetisi, ya mungkin manajemen dari Borneo mungkin sudah mengetahui hal itu, yang mungkin mereka menambah pemain," kata Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Langkah penambahan pemain dinilai krusial agar performa tim tetap stabil sepanjang kompetisi berlangsung.
"Jadi istilahnya kita nggak terlalu capek atau gimana, jadi banyak pemain yang bisa bermain gitu mungkin," tutup Rivaldo Pakpahan, gelandang Borneo FC.
Sementara itu, Persib Bandung berada di Grup B yang kerap dijuluki grup neraka bersama Johor Darul Ta'zim (JDT), Port FC, Lion City Sailors (LCS), Cong An Ha Noi, PKR Svay Rieng, serta pemenang play-off 2 antara Ezra FC dan Shan United.
Klub asal Jawa Barat yang dilatih oleh Igor Tolic tersebut memandang rivalitas tinggi ini sebagai sarana uji kesiapan sebelum berlaga di AFC Champions League (ACL) 2.
"Ya, ini akan sangat sulit dan menantang, tapi ya kita menikmati perjalanannya. Kan sudah dua musim terakhir main di Asia dan itu cukup bikin ketagihan," kata Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat.
Manajemen Persib menyatakan ketertarikannya untuk terus bersaing di kancah internasional dan mempelajari dinamika kompetisi Asia.
"Jadi, kami mau main terus di Asia dan kami penasaran bakal ada banyak hal apa yang akan kami hadapi di musim depan," tambah Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat.
Mengenai pertemuan berulang dengan Lion City Sailors dari Singapura di level Asia, Adhitia menggarisbawahi adanya perubahan kekuatan di setiap musim.
"Ya yang pertama jodoh saja dengan LCS, setiap tahun bertemu terus. Tapi, yang pasti setiap tahun kan tim selalu berbenah. Jadi, apa pun yang sudah pernah kita hadapi dengan mereka di dua musim lalu juga pasti berbeda," ucap Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat.
Persib tidak ingin menjadikan catatan laga dari musim sebelumnya sebagai parameter mutlak karena seluruh tim kompetitor dipastikan terus meningkatkan kualitas.
"Secara tim, mereka pasti sudah ada peningkatan. Port juga sama. Jadi, saya rasa apa yang kami dapat di beberapa musim sebelumnya sudah tidak bisa jadi acuan," tutur Adhitia Putra Herawan, Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat.
Pihak manajemen Maung Bandung menegaskan kembali bahwa ajang regional ini sangat krusial untuk mengukur kapabilitas tim.
"Ini grup yang bagus untuk menguji kesiapan kami (Persib), karena kami tidak hanya bermain di Shopee Cup, tetapi juga di ACL 2," kata Adhitia Putra Herawan, Direktur Olahraga Persib Bandung.
Menghadapi tim-tim papan atas yang mendominasi liga domestik masing-masing dianggap sebagai tantangan yang memotivasi.
"Jadi, ini tes yang bagus bagi kami," katanya Adhitia Putra Herawan, Direktur Olahraga Persib Bandung.
Persib mematok target untuk melangkah sejauh mungkin dalam turnamen dengan tetap bersikap realistis terhadap peta persaingan.
"Jadi kami enjoy, senang," katanya Adhitia Putra Herawan, Direktur Olahraga Persib Bandung.
Mengenai pembagian peran dan penentuan komposisi pemain di tengah jadwal yang padat, manajemen menyerahkan otoritas penuh kepada tim kepelatihan.
"Nanti biar Igor (Tolic) yang menentukan. Tapi saya pikir kalau jadwalnya juga oke, mungkin keduanya bisa dimainkan dalam porsi level yang sama," katanya Adhitia Putra Herawan, Direktur Olahraga Persib Bandung.
Perluasan format turnamen ini didukung penuh oleh Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) dan mitra bisnis sebagai upaya mendongkrak standar sepak bola profesional di kawasan regional.
"Seiring dengan perluasan kompetisi dari 14 menjadi 16 klub untuk musim 2026/2027 dan hadirnya babak perempat final, kami memulai babak baru yang menarik bagi sepak bola klub di Asia Tenggara. Dengan tambahan 12 pertandingan, perluasan ini mencerminkan semakin kuatnya kualitas, ambisi, dan daya saing klub-klub elite di kawasan," ujar Khiev Sameth, Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF).
AFF menegaskan bahwa langkah ini berkontribusi langsung pada penguatan ekosistem sepak bola di seluruh negara anggota ASEAN.
"Iberharap penyelenggaraan ASEAN Club Championship edisi ketiga ini dapat menghadirkan pertandingan yang lebih menarik dan kompetitif dibandingkan musim-musim sebelumnya. Turnamen ini bukan hanya tentang sepak bola, tetapi tentang menyatukan semangat, budaya, dan identitas negara-negara ASEAN, sekaligus menjadi kebanggaan bagi klub, kota asal, dan negara yang mereka wakili," paparnya Khiev Sameth, Presiden ASEAN Football Federation (AFF).
Sponsor utama kompetisi turut menyampaikan bahwa ajang ini sukses bertransformasi menjadi penghubung emosional antar-komunitas suporter di Asia Tenggara.
"Kami percaya bahwa semangat yang diberikan para suporter akan menjadi energi positif bagi klub-klub yang bertanding. Kami bangga dapat kembali menjadi bagian dari salah satu kompetisi sepak bola paling bergengsi dan paling dinantikan di kawasan Asia Tenggara," kata Daniel Minardi, Director of Business Partnership Shopee Indonesia.
Dukungan dari berbagai elemen diharapkan mampu mempertahankan eksistensi turnamen ini sebagai panggung tertinggi bagi klub sepak bola ASEAN.
"Kami percaya olahraga memiliki kemampuan unik untuk menghubungkan masyarakat dan memperkuat komunitas di seluruh kawasan. Kami berterima kasih kepada AFF, SPORTFIVE, klub peserta, dan para penggemar atas dukungan mereka dalam menjadikan Shopee Cup sebagai platform yang bermakna bagi sepak bola ASEAN," kata Daniel Minardi, Direktur Kemitraan Bisnis Shopee Indonesia.
Berdasarkan regulasi resmi, empat tim terbaik dari Grup A dan Grup B akan mendapatkan tiket lolos ke babak perempat final yang menggunakan sistem gugur satu pertandingan tunggal.