Bojan Hodak Catat Rekor Sejarah Usai Persib Bandung Juara Super League

Share

Pelatih Persib Bandung Bojan Hodak sukses mengukir sejarah baru di kompetisi sepak bola Indonesia setelah membawa timnya merengkuh gelar juara Super League 2025/2026 tiga musim berturut-turut pada Sabtu (23/5/2026).

Kepastian gelar juara diraih usai Persib menahan imbang Persijap Jepara dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), membuat Maung Bandung unggul head to head atas Borneo FC.

Pencapaian ini menyamai rekor PSMS Medan pada tahun 1971 dan menempatkan Hodak sejajar dengan Stefano Cugurra sebagai pelatih yang mampu meraih hat-trick juara liga kasta tertinggi di Indonesia.

Selain trofi tim, juru taktik asal Kroasia tersebut juga dianugerahi penghargaan sebagai pelatih terbaik oleh I.League, melengkapi penghargaan serupa yang diraihnya pada dua edisi sebelumnya.

Mantan pelatih Johor Darul Ta'zim ini mengakui tantangan berat dihadapi musim ini akibat perombakan skuad asing yang memaksa tim mendatangkan 11 pemain baru.

"Ya ada banyak keberuntungan, banyak keberuntungan. Lihat, tiga musim berturut-turut, musim ini menjadi yang lebih sulit dari musim lalu karena kami cukup banyak mengubah pemain," kata Bojan Hodak, dikutip dari detikJabar.

Manajemen Persib juga menyumbangkan pemain terbanyak dalam Best XI Of The Season melalui Federico Barba, Beckham Putra Nugraha, dan Thom Haye.

"Pada dua musim sebelumnya, pada dasarnya kami memiliki tim yang sama. Hanya ada perubahan beberapa pemain. Di musim ini, ada sangat banyak perubahan dan itu jadi lebih sulit," ujar Bojan.

Pemain asing baru Persib, Thom Haye, turut mengekspresikan kegembiraannya atas kesuksesan ganda di musim perdananya merumput di kompetisi sepak bola Indonesia.

"Sangat senang bisa berada di tim terbaik musim ini. Tapi tentu saja saya lebih bahagia bisa menjadi juara bersama tim saya, PERSIB," ujar Haye.

Kesuksesan ini langsung diikuti dengan agenda pertemuan krusial antara jajaran manajemen dan tim pelatih selepas pesta konvoi juara pada Minggu (24/5/2026).

Hodak dijadwalkan bertemu dengan Presiden Klub Glenn Sugita serta Advisor PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Stanley Bernard untuk membahas perpanjangan kontrak.

“Kami akan melakukan perayaan, lalu saya melakukan meeting bersama Pak Glenn dan Stanley,” kabar Hodak.

Setelah rangkaian pertemuan formal dan kunjungan internal tim, skuad Persib Bandung dijadwalkan akan memasuki masa libur panjang akhir musim.

“Kami akan berada di rumah Haji Umuh pada pagi harinya dan makan malam bersama tim malam harinya. Lalu setelah itu berlibur, cuti,” papar Hodak.

Dalam proses negosiasi kontrak barunya, pelatih berusia 55 tahun tersebut mengajukan sejumlah poin pertimbangan terkait peningkatan fasilitas penunjang latihan tim.

“Mereka oke, Pak Glenn memberi saya penawaran bagus tapi ada beberapa hal lain yang juga saya miliki dalam hidup saya,” kata Hodak.

Pihak manajemen Persib menyambut positif pembicaraan tersebut dan menilai permintaan fasilitas latihan adalah hal yang lumrah demi keberlanjutan prestasi klub.

“Jadi saya masih berbicara dengannya dan saya berharap semuanya akan baik-baik saja pada akhirnya,” ucapnya.

Deputy CEO PT PBB Adhitia Putra Herawan menyatakan bahwa klub sedang dalam proses mengembangkan fasilitas infrastruktur secara bertahap, termasuk pembenahan stadion dan area latihan.

“Bojan ada permintaan pasti, tapi kami yakin Bojan juga memahami bahwa sepak bola di Asia Tenggara ya begitu. Mau pindah ke klub mana juga kalau di Asia Tenggara ya kalau bukan JDT (Johor Darul Ta’zim), itulah kenyataannya,” sebut Adhitia.

Manajemen menegaskan perencanaan pembangunan fasilitas jangka panjang ini berjalan sesuai regulasi dan tata kelola administrasi pemerintah kota setempat.

“Intinya, Persib sedang progres ke sana, dalam waktu dekat musim depan juga kami sudah punya plan untuk ganti rumput (stadion), melengkapi fasilitas gym.”

“Kami lagi mau bikin sesuatu baru lagi, lagi beresin sama pemerintah kota untuk akuisisi lahan sekitarnya, itu kan butuh waktu,” papar Adhitia.

Langkah administrasi yang rapi dan terukur ini diambil demi memastikan kesiapan jangka panjang bagi masa depan klub berjuluk Pangeran Biru tersebut.

“Bisa enggak kita buru-buru? Bisa, tapi enggak akan panjang. Mesti proper, administrasinya rapi. Aturannya kami ikutin karena memang kami punya plan buat 30 tahun ke depan kan, bukan buat satu tahun ke depan,” paparnya.

Follow publika.id on Google News Follow
Editors Team
hendra-kurniawan-saputra
Author