Bocoran Surat Presiden FIFA untuk Argentina Memicu Isu Bias
Dokumen berupa surat dari Presiden FIFA Gianni Infantino kepada Presiden Federasi Sepak Bola Argentina Claudio Tapia beredar luas di Argentina dan diverifikasi oleh Daily Mail, yang dinilai memperkuat tuduhan perlakuan khusus terhadap Timnas Argentina selama Piala Dunia 2026. Surat personal tersebut memicu sorotan publik karena dikirim di tengah rentetan dugaan pelanggaran aturan yang melibatkan skuad La Albiceleste selama berlangsungnya turnamen empat tahunan tersebut. Dalam dokumen yang dikutip Sports Illustrated tersebut, pesan apresiasi disampaikan langsung oleh pemimpin otoritas sepak bola dunia atas pencapaian tim Amerika Selatan itu.
"Saya ingin kembali menyampaikan ucapan selamat yang paling tulus atas pencapaian penting baru bagi sepak bola Argentina," ungkap Infantino, dikutip Sports Illustrated.
Ia menambahkan penilaian mengenai kualitas penyelenggaraan kompetisi dan peran vital tim asuhan Lionel Scaloni dalam menyemarakkan ajang tersebut. "Penampilan luar biasa Albiceleste juga berkontribusi secara menentukan dalam menjadikan edisi kali ini sebagai ajang yang istimewa dan memikat jutaan pencinta sepak bola di seluruh dunia," kata Infantino, mengakui pentingnya Timnas Argentina dalam kesuksesan turnamen empat tahunan tersebut.
Pujian terbuka dari Infantino berlanjut dengan permintaan khusus agar apresiasinya diteruskan kepada seluruh elemen tim Argentina. "Tolong sampaikan ucapan selamat saya kepada seluruh pemain, pelatih Lionel Scaloni, staf kepelatihan, tim medis, serta para pendukung yang selalu mendampingi tim sepanjang turnamen," tulisnya.
Gaya komunikasi hangat yang diperlihatkan dalam isi surat tersebut dinilai sejumlah pihak bertolak belakang dengan sikap ketat yang seharusnya ditunjukkan organisasi terhadap berbagai insiden kontroversial. Sebelumnya, laga semifinal melawan Inggris diwarnai aksi para pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan "Las Malvinas son Argentinas" untuk menuntut klaim atas Kepulauan Falkland, padahal FIFA melarang keras pesan bernuansa politik. Selain itu, Lionel Messi sempat terlihat menuntut sanksi untuk bek Spanyol Marc Cucurella atas dugaan pelanggaran aturan menutupi mulut, di samping keributan yang meletus usai peluit akhir pertandingan puncak.