Bocoran Data Aplikasi Pelacak Haid Diungkap Laporan Mozilla
Penelitian terbaru dari Mozilla Foundation menemukan sejumlah aplikasi pelacak siklus haid masih membagikan data pengguna kepada perusahaan pihak ketiga. Kebocoran informasi ini menyasar raksasa teknologi seperti Google, Meta, hingga TikTok, sebagaimana dilansir dari Detik Health.
Evaluasi tersebut dilakukan terhadap enam aplikasi populer, yaitu Flo, Clue, Stardust, Spot On, Period Calendar, dan Euki. Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian aplikasi memiliki perlindungan privasi yang kuat, sedangkan beberapa lainnya masih menyimpan celah berisiko.
Peneliti Mozilla menemukan Stardust menjadi satu-satunya aplikasi yang mengirimkan data kesehatan reproduksi secara terperinci ke perusahaan pengelola data RudderStack. Informasi yang disalurkan mencakup status kehamilan, penggunaan kontrasepsi, kondisi suasana hati, konsumsi alkohol, serta gejala fisik seperti kram perut dan nyeri payudara.
Pengiriman data rinci tersebut tetap terjadi meskipun Stardust menyatakan dalam situs resminya bahwa data pengguna dijamin bersifat pribadi.
Pihak Stardust membantah tuduhan telah membagikan informasi yang dapat mengidentifikasi identitas pengguna secara langsung. Perusahaan menjelaskan bahwa RudderStack hanya berfungsi sebagai perantara teknis untuk menyalurkan data ke sistem analitik internal, tanpa wewenang menyimpan atau menjualnya.
Meski ada bantahan tersebut, Mozilla menegaskan bahwa tingginya jumlah pihak yang mengakses data pengguna akan meningkatkan risiko kebocoran maupun potensi permintaan informasi untuk kepentingan hukum.
Pelacakan Perangkat oleh Jaringan Iklan
Selain informasi kesehatan reproduksi, beberapa aplikasi terdeteksi menyalurkan identitas unik perangkat atau data spesifik ponsel ke layanan milik Microsoft, Google, Meta, dan TikTok. Data tersebut dimanfaatkan untuk pengiklanan bertarget sekaligus melacak rekam jejak aktivitas digital pengguna.
Peneliti dari Electronic Privacy Information Center (EPIC), Sara Geoghegan, menjelaskan bahwa informasi sederhana mengenai kepemilikan aplikasi pelacak haid di ponsel sudah cukup untuk mengungkap sisi personal seseorang.
"Data dari aplikasi pelacak haid dapat menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang sangat mengungkap informasi pribadi," katanya.
Rekam Jejak Privasi Aplikasi
Mozilla mengingatkan masyarakat untuk memeriksa rekam jejak pengembang sebelum menggunakan sebuah platform, bukan hanya membaca kebijakan privasi saat ini.
Sebagai contoh, Flo sempat menyelesaikan kasus hukum dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat pada 2021 atas dugaan pembagian data sensitif ke Meta dan Google. Walaupun demikian, Mozilla mencatat adanya perbaikan praktik privasi pada aplikasi Flo dalam beberapa tahun terakhir.
Sara Geoghegan menambahkan bahwa lemahnya pelindungan data pribadi berpotensi membuat masyarakat enggan memanfaatkan aplikasi kesehatan. Kondisi ini mempertegas pentingnya regulasi perlindungan data nasional yang lebih ketat.