BNPB Pastikan Bantuan Gempa NTT Tersalurkan ke Pengungsi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan seluruh bantuan logistik pemerintah untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) tersalurkan langsung kepada warga terdampak, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Hingga kini, tercatat sebanyak 75 orang meninggal dunia dan 931 orang mengalami luka-luka di tujuh kabupaten wilayah Pulau Flores. Kabupaten Manggarai menjadi daerah terdampak terparah dengan angka kematian mencapai 27 orang, 32 luka berat, dan 104 luka ringan.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi terus menjadi prioritas utama di lapangan.
"Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang, kebutuhan dasar permakanan dan non-permakanan kita pastikan terpenuhi di sini," ujar Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan Bakom, Kamis (20/8/2026).
Kendala utama proses penyaluran dipicu oleh persebaran lokasi pengungsian mandiri yang meluas sejak gempa pertama mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). Selain itu, gempa susulan yang terus terjadi membuat warga enggan kembali ke rumah.
"Ini menjadi perhatian kita. Tentu saja, selain pendataan bangunan yang rusak terus kita lakukan, tetapi masyarakat yang masih mengungsi karena kita lihat banyak anak-anak, banyak ibu-ibu, banyak lansia juga yang akan kita pastikan selama nanti masih ada pengungsi-pengungsi mandiri ini kita sekali lagi pastikan kebutuhan makanan dan permakanan terpenuhi," tuturnya.
Pemerintah atas instruksi Presiden Prabowo Subianto telah menyalurkan 253 ton logistik sejak Sabtu (15/8/2026) hingga Rabu (19/8/2026) pagi melalui posko pendukung di Labuan Bajo dan Maumere. Selain bantuan pemerintah, BNPB juga telah mencatat masuknya donasi pihak luar sebesar 646 ton hingga Rabu (19/8/2026) malam.